Kamis, 2 Februari 2023

RRT Akan Membuka Ruang Ekspor Produk Pertanian Indonesia

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Joko Widodo Presiden ketika bertemu Li Keqiang Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok di Beijing, tahun 2015 lalu. Foto: Getty

Li Keqiang Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok berterima kasih kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas kerjasamanya selama ini.

Indonesia sengaja dijadikan negara pertama yang dikunjungi setelah dilantik menjadi perdana menteri untuk periode kedua, karena Indonesia mempunyai arti penting bagi RRT.

“Sebab itu, RRT akan membuka ruang yang lebih luas bagi produk Pertanian utamanya buah buahan seperti yang diinginkan Presiden Jokowi,” kata PM Li setelah menyaksikan penandatanganan kerjasama RRT – Indonesia di Istana Bogor, Senin (7/5/2018).

PM Li juga menjelaskan negaranya akan memberi kemudahan kepada sekitar 20 juta umat muslim di RRT untuk memperoleh makanan yang halal, termasuk dari Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

RRT juga selalu berada dalam satu barisan dengan Indonesia untuk memberikan dukungan penuh atas kemerdekaan Palestina, dari penjajahan zionis Israel.

Tentang tawaran kerja sama di bidang Infrastruktur, PM Li menyebutnya dengan senang hati dan berjanji akan memprioritaskan tenaga kerja Indonesia.

Joko Widodo Presiden memaknai kunjungan Li Keqiang, Perdana Menteri RRT, sebagai suatu kehormatan bagi Indonesia.

Kunjungan Li tersebut mempunyai arti penting bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara dengan asas saling menguntungkan.

Kunjungan Li diantaranya membahas masalah kelanjutan proyek pembangunan jaringan kereta api cepat Jakarta-Bandung dan peningkatan hubungan kerja sama perdagangan Indonesia – RRT

Malam ini, PM RRT bersama Jusuf Kalla Wapres akan menghadiri pertemuan delegasi perdagangan RRT – Indonesia di Jakarta.

Setelah melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, pada Selasa (8/5/2018), PM Li akan bertolak menuju Jepang untuk menggelar pertemuan trilateral bersama Shinzo Abe PM Jepang dan Moon Jae In Presiden Korea Selatan.(jos/iss/ipg)

Berita Terkait