Senin, 30 Januari 2023

Meimura: Pilih Lakon Kekinian Ajak Generasi Milenial Tonton Ludruk

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Satu diantara adegan Ludruk kelompok Irama Budaya Sinar Nusantara. Foto: Istimewa

Meimura penulis naskah, sutradara sekaligus pemain teater yang kini menekuni Ludruk membenarkan bahwa saat ini sejumlah lakon pentas Ludruk yang dipilihnya bernuansakan kekinian, nge-hits, karena Meimura ingin generasi milenial bersedia menonton pentas Ludruk.

“Jangan cuma nonton di layar televisi, kalau memang ada. Nontonlah langsung ke tobong-tobong atau di pentas-pentas Ludruk. Ini adalah bagian dari warisan budaya, warisan kesenian khas Suroboyo,” tegas Meimura.

Saat ini, pentas Ludruk memang sudah jarang ditemui di kampung-kampung di Kota Surabaya. Masyarakat lebih memilih nanggap orkes melayu atau bahkan electone tunggal daripada harus menampilkan Ludruk.

“Tetapi kesenian Ludruk adalah tradisi khas Suroboyoan yang saat ini memang sulit ditemui. Dan menurut saya anak-anak milenial wajib tahu. Ini kesenian khas Suroboyo yang juga ikut dalam perjuangan bangsa merebut kemerdekaan Indonesia,” kata Meimura.

Oleh karena itu, bersama dengan personil kelompok ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara, Meimura mementaskan lakon-lakon bernuansa kekinian, agar menarik perhatian anak-anak muda generasi milenial.

Selain memilih lakon bernuansakan kekinian yang menarik perhatian generasi muda milenial, Meimura juga berharap dapat mementaskan Ludruk ke tempat-tempat yang memang menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda.

“Bisa jadi di cafe, mall atau kampus-kampus gitu. Rasanya anak-anak milenial belum banyak yang tahu bagaimana pentas Ludruk dimainkan. Bisa jadi mereka mengenal Ludruk dari radio. Tapi bukan pementasannya,” tambah Meimura.

Kedepan nanti, Meimura berharap ada lokasi-lokasi bukan hanya di THR saja yang dapat digunakan untuk pementasan Ludruk.

“Supaya kesenian ini tidak punah, dan tetap bisa dinikmati secara langsung,” pungkas Meimura, Kamis (18/10/2018).(tok/tin)

Berita Terkait