Minggu, 28 Februari 2021

AMSI Jatim Ingin Jadikan Media Siber Pelopor Informasi Akurat

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Seminar Nasional Media Siber dan Rakerwil AMSI Jatim, Sabtu (18/5/2019). Foto: Iping suarasurabaya.net

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim menegaskan keinginan untuk menjadikan media siber sebagai pelopor informasi yang akurat. Arief Rahman Ketua AMSI Jatim mengatakan, informasi bohong atau hoax di masyarakat dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan memicu gangguan sosial.

“Membanjirnya informasi yang tidak akurat, jadi sampah dan racun, dan membuat krisis kepercayaan pada masyarakat dan mempercepat keruntuhan sosial,” ujar Arief ketika berbicara pada seminar nasional yang digelar AMSI Jatim di Hotel Harris, Surabaya pada Sabtu (18/5/2019).

Pemilihan tema seminar yang berjatuk Good Journalism vs Hoax di Era Post Truth ini pun, menurut Arief lahir dari keprihatinan AMSI Jatim yang melihat banjir informasi bohong di masyarakat. Informasi bohong ini pada akhirnya hanya menguntungkan sebagian pihak namun merusak kerukunan sosial di masyarakat.

“Masyarakat terbelah, kerukunan rusak, saling curiga. Ini memicu social distrust, menghancurkan modal sosial sebagai perekat bangsa,” kata Arief.

Ia menegaskan, AMSI Jatim saat ini concern menjadikan media siber sebagai pelopor penyedia informasi, konten yang sehat, dan berita yang akurat serta terverifikasi. Baginya, inilah adalah tugas dan fungsi AMSI.

Selain menggelar Seminar Nasional, AMSI Jatim juga akan menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Jatim. Dalam rapat kerja ini akan dibahas upaya untuk menjadikan media siber baik yang mainstream maupun alternatif agar mampu mengelola media massa dengan baik dan profesional.

“Agar seluruh media siber di Jatim, di manapun, untuk menjadi memahami tentang tugas media siber. Kita tidak ingin Indonesia terpecah belah, dan NKRI hanya sampai 2030,” kata Arief.

Di sisi lain, Sapto Anggoro Pemimpin Redaksi Tirto.id yang hadir menjadi pemateri seminar nasional mengatakan, dirinya terkadang bosan diundang dam memberikan materi selalu tentang hoax. Namun, ia sadar bahwa persoalan ini memang belum selesai. Baginya, hoax pada prinsipnya bukan fenomena baru, namun keberadaam medsos membuat hoax dapat tersebar sangat cepat.

Pada pertemuan itu, ia juga memperkenalkan kembali cekfakta.com, yaitu kolabirasi media yang bekerjasama untuk melakukan pengecekan fakta yang sangat efektif menangkal kebohongan di Indonesia. Terobosan ini merupakan bentuk kerjasama antara AMSI, AJI, Google, dan beberapa rekanan lain. (bas/iss)

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Terguling dan Muatannya Tumpah

Surabaya
Minggu, 28 Februari 2021
26o
Kurs