Jumat, 3 April 2020

Angin Kencang di Kediri Timbulkan Tiga Korban, Satu Meninggal

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi. Grafis: suarasurabaya.net

Angin kencang yang melanda Kota Kediri di beberapa titik pada Senin (9/12/2019) sore, menimbulkan tiga korban. Satu orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka. Korban meninggal adalah seorang mahasiswa yang pada saat kejadian berada di dalam warung dan tertimpa pohon tumbang.

Satrio Nurseno Kasie Kedaruratan BPBD Provinsi Jawa Timur pada Radio Suara Surabaya, Senin malam mengatakan, kejadian yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB tersebut membuat pohon-pohon tumbang dan mengenai kendaraan serta bangunan. Begitu juga pohon yang berada di dekat warung dan menimpa warung tersebut.

Wahyu Mukti Prasetiadi (19), mahasiswa yang saat kejadian berada di dalam warung, tertimpa pohon hingga meninggal dunia karena luka di bagian kepala. Korban tercatat sebagai warga Dusun Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Sedangkan pemilik warung, Wiwik Sundari (47) mengalami luka-luka di bagian tangan. Sementara Dian Hadi (31) yang juga berada di warung luka di bagian kaki.

“Sampai sekarang, yang meninggal itu yang (bernama, red) Wahyu, pada saat hujan berteduh di warung dengan temannya. Lalu di sana ada pohon besar, roboh menimpa warung,” kata Satrio kepada Radio Suara Surabaya.

Selain bangunan, pohon tumbang juga menimpa beberapa mobil dan motor hingga rusak dan pesok. Papan reklame dan baliho ikut roboh terkena terjangan angin kencang di wilayah tersebut. Angin kencang juga menerjang tower jaringan komunikasi dan tiang listrik.

Kata Satrio, data tersebut masih sementara, dan BPBD Jatim masih akan terus mengupdate data korban dan kerugian lainnya.

“Masih update terus untuk teman-teman (BPBD Jatim), belum terinput semua,” tambahnya.

Satrio mengatakan, titik-titik yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Kediri menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi.

“Karena luasannya tidak pada satu titik, jadi bekerja keras untuk membagi tim agar berpencar. Kita bagi ke beberapa tempat pembersihan pohon tumbang,” kata Satrio

Untuk sementara ini, BPBS Jatim belum menyediakan posko pengungsian di wilayah terdampak.

“Posko pengungsian sampai sekarang belum ada,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi adanya korban saat terjadi angin kencang maupun angin puting beliung, Satrio mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon atau papan reklame karena terlalu membahayakan.

“Hindari berteduh di dekat pohon atau papan reklame. Kalau mau berteduh di tempat yang kokoh,” kata Satrio.(tin/ipg)

Potret NetterSelengkapnya

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Surabaya
Jumat, 3 April 2020
28o
Kurs