Senin, 30 Maret 2020

Fotografi Produk untuk Difabel, Supaya Usaha Online-nya Berkembang

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Airlangga (MM Unair) Surabaya menggelar pelatihan fotografi produk bagi komunitas difabel di Gedung MM, Sabtu (23/11/2019). Foto: Istimewa

Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Airlangga (MM Unair) Surabaya menggelar pelatihan fotografi produk bagi komunitas difabel di Gedung MM, Sabtu (23/11/2019).

Ria Fitriyana Ketua Panitia mengatakan, pemberian pelatihan ini merupakan salah satu program dari mata kuliah Etika Bisnis.

“Kebetulan kami juga menyelesaikan Etika Bisnis. Kita salah satu CSR (corporate social responsibility), jadi memberikan kontribusi buat komunitas atau masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Selain pelatihan fotografi, panitia juga memberikan pelatihan UMKM, serta pemasaran melalui platform online, sehingga peserta dari warga difabel ini bisa berkembang usahanya.

“Setelah memproduksi foto untuk produk-produknya, maka mereka yang ikut latihan bisa belajar memasarkan ke Marketplace, dan mengembangkan usahanya tersebut,” katanya.

Menurut Ria, dengan acara ini maka panitia bisa memberikan kontribusi ke masyarakat luas, khususnya peserta difabel yang ada di lokasi.

“Jadi CSR MM Unair ini sebagian dari kontribusi MM Unair untuk masyarakat Surabaya umumnya, khususnya target kita komunitas difabel, yang ingin punya usaha, ataupun yang sudah punya usaha, mengenalkan mereka ke platform online. Jadi sekarang kan jamannya jualan ke ranah digital,” ungkapnya.

Sementara, pemberi materi Fotografi, Dimas R Pamungkas mengatakan memberikan pelatihan bagi komunitas difabel menjadi tantangan tersendiri.

“Sebenarnya untuk menjelaskan pada teman-teman (difabel) ini memang enak ada workshop untuk fotografinya, cuma kali ini waktunya sangat singkat, jadi bagaimana step berikutnya adalah editing, dan editingnya menggunakan smartphone,” katanya.

Menurut Dimas, sebenarnya belajar fotografi itu bisa dengan cara sederhana yakni menguasai teknik foto kemudian editing menggunakan smartphone.

“Jadi, mereka bisa melakukan apapun dari apa yang dimiliki, smartphone yang paling murah, jadi tidak harus dibatasi dengan mahal, harus gini harus gitu, semua itu bisa dilakukan tanpa harus merasa terbatasi,” ujar Dimas.

Ada 45 orang difabel yang pelatihan fotografi produk, UMKM, dan pemasaran platform online, supaya bisa mengembangkan usahanya. (bid/ang)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Surabaya
Senin, 30 Maret 2020
27o
Kurs