Senin, 30 November 2020

Kerik Jamu Permudah Anak Akses Buku Bacaan

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Oliver Utomo Budiman inisiatro dan penggagas program Kerik Jamu. Foto: Totok suarasurabaya.net

Peluncuran program Tuker Plastik – Pinjam Buku (Kerik Jamu), Selasa (23/7/2019) bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2019, diharapkan memberikan kemudahan pada anak-anak untuk dapat mengakses dan membaca buku-buku bacaan.

Digagas Oliver Utomo Budiman, 18 tahun, program yang memang mengajak anak-anak untuk suka membaca buku ini tak ubahnya virus positif yang memberikan banyak manfaat dan ingin ditularkan kepada seluruh anak muda di Indonesia.

“Sejak kecil memang hobi membaca buku. Saat waktu luang, membaca buku memang terasa mengasyikkan. Manfaatnya besar dan banyak. Program ini layaknya virus positif yang harus ditularkan kepada seluruh anak-anak, agar mudha memperoleh buku-buku bacaan untuk bisa dibaca,” terang Oliver.

Dengan membawa plastik, lanjut Oliver, anak-anak bisa datang ke Alfamart yang menyediakan rak-rak mini dilengkapi dengan lemari kecil untuk tempat buku-buku yang bisa dipilih dan dipinjam anak-anak yang datang untuk dibaca.

“Dengan cara sederhana saja, anak-anak bisa datang ke Alfamart yang memang kita gandeng, untuk mendapatkan dan melihat buku-buku bacaan dan boleh mereka pinjam hanya dengan membawa plastik, bisa botol plastik, atau plastik lainnya. Sederhana saja,” tambah Oliver.

Sampai saat ini, Kerik Jamu sudah hadir di 50 toko Alfamart yang tersebar dibeberapa kawasan Kota Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Dan diarapkan akan terus bertambah di seluruh Indonesia.

Ditanya mengapa harus membawa plastik atau sampah plastik untuk dapat meminjam buku? Oliver yang menempuh pendidikannya di Amerika Serikat menyampaikan bahwa sampah plastik telah menjadi persoalan dunia termasuk persoalan di Indonesia.

“Kalau anak-anak sejak dini, sejak usia dasar mereka sudah memiliki kesadaran untuk tidak terlalu berlebihan menggunakan plastik, maka persoalan-persoalan terkait sampah plastik yang menggunung bisa dihindarkan,” ujar Oliver.

Dimasa mendatang, Oliver berharap program sederhana ini mampu memberikan nilai lebih serta manfaat bagi generasi muda terkait dengan minat baca. “Tapi tidak itu saja, karena melalui program ini sebenarnya anak-anak juga diajari ikut menjaga lingkungan,” pungkas Oliver.

Peluncuran program Kerik Jamu dilaksanakan di Surabaya Creative Hub dalam kompleks Perpustakaan Bank Indonesia, dengan menghadirkan sejumlah siswa sekolah dasar, Komunitas Kumpul Dongeng, dan perwakilan Bank Indonesia, serta Alfamart.(tok/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Surabaya
Senin, 30 November 2020
27o
Kurs