Rabu, 20 Oktober 2021

Khofifah Sidak Pemulihan Tanggul Bengawan Solo yang Ambles di Plumpang Tuban

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur meninjau tanggul Sungai Bengawan Solo di Tuban, pada Minggu (1/12/2019) sore. Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur meninjau secara langsung penanganan tanggul Sungai Bengawan Solo yang ambles di perbatasan Desa Sembungrejo dan Kedungrojo, Kecamatan Plumpang, Tuban, pada Minggu (1/12/2019) sore.

Sebelumnya, tanggul penahan banjir di sisi kiri Bengawan Solo mengalami penurunan 2,5 hingga 3 meter dari posisi awal. Adapun panjang tanggul yang ambles kurang lebih mencapai 125 meter.

“Sejak mendengar kabar ada tanggul yang mengalami keretakan karena adanya musim kemarau, saya langsung mengkomunikasikan dengan BBWS dan Dinas PU SDA untuk segera melakukan langkah antisipatif,” ungkap Khofifah usai melakukan peninjauan di sepanjang bibir tanggul Bengawan Solo Desa Sembungrejo.

Menurut Khofifah, berbagai upaya telah dilakukan baik dari Pemkab Tuban, BBWS, serta swadaya elemen masyarakat sekitar. Khofifah menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas langkah tanggap dan gotong royong semua pihak untuk mengatasi masalah ini.

“Terimakasih pada Pemkab Tuban, BBWS, dan relawan tagana serta warga masyarakat atas langkah-langkah antisipatifnya. Mengingat pada bulan Desember Kabupaten Tuban akan memasuki musim hujan, dan puncaknya di bulan Februari,” katanya.

Khofifah mengungkapkan, langkah-langkah percepatan rekonstruksi dan pengamanan ini harus terus dilakukan meskipun belum permanen. Apalagi, kejadian yang sama berupa tanggul ambles juga terjadi di wilayah Kanor Tuban, Lamongan, dan Madiun.

“Percepatan rekonstruksi ini sangat diperlukan meski dalam tahap darurat. Yang penting ketahanannya bisa memberikan proteksi yang cukup,” katanya.

Beberapa upaya yang dilakukan, lanjut Khofifah, salah satunya yakni dengan pemasangan bronjong. Bronjong sendiri adalah kotak dari anyaman kawat yang berisi bebatuan, yang biasa dipasang di tepi sungai untuk mencegah erosi.

“Saya mengecek kesiapan bronjong yang akan dipasang di sini. Terlebih, infonya tanah di sini masih sering bergerak. Sehingga keberadaan bronjong akan bisa memberikan proteksi ketika terjadi intensitas air yang tinggi,” katanya.

Selain itu, upaya lain yang telah dilakukan yaitu dengan melakukan pengurukan menggunakan excavator. Berdasarkan informasi, upaya pemulihan tanggul seperti kondisi semula sudah dilakukan sejak 7 November hingga hari ini. Dengan mengirimkan sekitar 20 dump truck setiap harinya untuk mengangkut pedel.

“Berbagai upaya penanganan yang terus dilakukan ini, tentunya untuk memberikan rasa aman bagi warga desa sekitar tanggul kecamatan Plumpang. Serta pada warga Tuban secara keseluruhan,” tutup Khofifah.

Sementara itu, M. Nur Nahar Husain Wakil Bupati Tuban menyampaikan, sebagai salah satu langkah untuk menanggulangi tanggul yang ambles, warga dilarang untuk menambang pasir dan menyedot air secara berlebihan pada radius 600 meter dari titik longsor.

“Rata-rata penambang pasir di sungai ini adalah penambang manual. Namun, karena kondisi tanggul yang saat ini kritis maka kami melarang penambangan pasir di wilayah ini, ” terangnya.

Ia menjelaskan, otoritas penanganan tanggul berada pada BBWS Bengawan Solo. Meski demikian, Pemkab Tuban akan terus mendorong upaya percepatan perbaikan tanggul secara permanen.

“Sebagai langkah penanganan kedaruratan, tanggul dikuatkan dengan pedel dan kami akan segera memasang bronjong,. Menurut tim BBWS Insya Allah minggu depan selesai,” katanya. (bid/tin/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Rabu, 20 Oktober 2021
27o
Kurs