Jumat, 3 April 2020

Mobil Impor Berkapasitas Mesin Besar Bukan untuk Kegiatan Harian di Jalan Macet

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Mobil Lamborghini bernomor polisi L 568 WX tiba-tiba mengeluarkan asap putih saat melintas di depan Konsulat Jenderal China, Jalan Mayjen Sungkono Nomor 105, Surabaya, pada Minggu (8/12/2019) sekira pukul 12.50 WIB. Foto: Aipda Choirul, anggota Lantas Polrestabes Surabaya via WA Suara Surabaya

I Komang Ferry dari Darma Safety Drive mengatakan bahwa mobil impor dengan kapasitas mesin besar seperti seharusnya tidak dipakai untuk kegiatan harian di daerah macet. Hal ini karena mobil tersebut perlu melaju kencang untuk menghasilkan pergerakan udara yang berguna untuk mendinginkan mesinnya.

“Jumlah putaran mesinnya mencapai 3.000-4.000 rpm, jauh di atas mobil biasa yang hanya 1.000-1.800 rpm. Butuh laju kencang agar ada aliran udara dan mesinnya tidak panas. Kalau kena macet, aliran udara mandek. Apalagi suhu udara di Surabaya lebih dari 30 derajat. Pengendaranya juga pakai AC, membebani mesin sehingga bekerja lebih berat,” ujarnya saat dihubungi suarasurabaya.net, Senin (9/12/2019).

Kondisi inilah yang membuat pemilik mobil impor dengan kapasitas mesin besar pada umumnya “memanaskan” mesin mobilnya dengan berkendara pada malam hari di jalan tol atau langsung ke luar kota.

Komang menjelaskan, mobil-mobil impor tersebut, awalnya didesain untuk negara beriklim subtropis. Ketika diimpor oleh dealer resmi, ada bagian mesinnya yang harus dimodifikasi, yaitu termostatnya. Termostat berfungsi mengukur suhu untuk mengaktifkan kipas tambahan dan membuka klep radiator agar air berputar lagi. Seperti yang diketahui, sistem pendingin mesin mobil menggunkan kipas tambahan, air, dan oli.

“Termostatnya di negara subtropis seperti Eropa, diatur ketika suhunya mendekati 100 derajat celcius, kipas tambahannya baru berputar. Kalau di negara tropis, diatur saat suhu mencapai 80 derajat celcius, kipas tambahannya sudah berputar,” kata Komang.

Terkait mobil Lamborghini yang tiba-tiba mengeluarkan asap putih (uap air dari radiator) saat melintas di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya pada Minggu (8/12/2019) siang,Komang menduga air di dalam radiator menguap karena mesin mobil tersebut telanjur terlalu panas dan mobil berhenti terlalu lama di jalanan yang macet.

“Kipas tambahan mungkin sudah menyala tapi belum cukup untuk mendinginkan mesin mobil karena mesin mobil terlalu panas. Air di dalam radiator sampai mendidih dan uapnya keluar secara otomatis,” kata Komang.

Dengan adanya peristiwa ini, Komang mengingatkan kembali pentingnya membuat Road Plan sebelum berkendara. “Cek rute yang akan dilalui lewat aplikasi, lewat Suara Surabaya. Hindari jalan yang macet supaya mobil aman, tidak rusak, dan perjalanan nyaman,” ujarnya.

Jika terjebak macet dan mesin mobil sudah telanjur terlalu panas, Komang menyarankan untuk mematikan mesin, menunggu sampai dingin, baru dinyalakan kembali.(iss/ipg)

Potret NetterSelengkapnya

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Surabaya
Jumat, 3 April 2020
30o
Kurs