Senin, 30 Maret 2020

Pakar Sebut Belum Ada Perbaikan Mitigasi Struktural Hadapi Gempa

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi. Grafis: suarasurabaya.net

Belum ada perbaikan mitigasi struktural yang seharusnya terjadi karena Indonesia sudah mengalami peristiwa gempa sejak dulu kata Daryono Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“15 kali sudah gempa merusak (tahun ini) terakhir kali di Bali pada November dan gempa berpotensi terjadi tsunami di laut Maluku. Dulu bangunan rusak akibat gempa tahun ini dan tahun lalu, juga merusak rumah-rumah. Artinya apa yang terjadi pada masa lalu hingga hari ini tidak ada perubahan,” ujar Daryono di Jakarta dilansir Antara pada Jumat (29/11/2019).

Biasanya, kata dia, rata-rata terjadi gempa 5.000-6.000 kali dalam setahun dengan yang dirasakan sekitar 250-300 kali. Gempa merusak sendiri terjadi 8-10 kali dalam setahun dan gempa berpotensi tsunami terjadi 2 tahun sekali.

Tetapi yang menarik, kata Daryono, akhir-akhir ini pola tersebut berubah dengan terjadi lonjakan intensitas. Dalam tahun ini saja sudah terjadi 10.300 gempa dengan gempa merusak terjadi 15 kali.

Untuk melakukan mitigasi gempa dapat dimulai dengan mewujudkan rumah aman tahan gempa, mencontoh Jepang yang dapat mengurangi jumlah korban tewas akibat tertimbun bangunan akibat gempa setelah mewajibkan semua rumah dibangun dengan standar tahan guncangan.

Hal itu juga disetujui oleh Wisnu Widjaja Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut.

Menurut dia, Indonesia kini sudah bisa dikatakan menjadi pusat solusi bencana dengan intensitas bencana alam yang dialaminya. Oleh karena itu yang harus dilakukan adalah melihat bencana dalam sudut pandang pencarian solusi bukan hanya ketakutan saja.

“Tidak ada di negara di dunia ini yang siap (menghadapi bencana), yang ada hanyalah lebih siap. Sekarang lebih siap dari kemarin dan besok lebih siap dari sekarang. Kalau siap 100 persen tidak akan ada korban,” kata dia.(ant/tin/iss)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Surabaya
Senin, 30 Maret 2020
27o
Kurs