Rabu, 25 Mei 2022

Pemilihan Ketua Umum IKA ITS, Ini Kandidatnya

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Sebanyak 6 kandidat siap bertarung dalam pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) periode 2019-2023, Sabtu (12/10/2019). Foto: Anggi suarasurabaya.net

Sebanyak 6 kandidat siap bertarung dalam pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) periode 2019-2023. Pada Sabtu (12/10/2019), seluruh kandidat menyampaikan visi misinya dihadapan para alumni ITS.

Wahid Wahyudi Ketua IKA ITS Pengurus Wilayah Jatim mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperjuangkan Ketua Umum ke depan sesuai Tri Dharma IKA ITS. Salah satunya, menjadikan ITS bagian dari 500 perguruan tinggi terbaik di dunia.

Saat ini saja, kata dia, ITS sudah menjadi perguruan tinggi terbaik ke 4 di Indonesia setelah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Ini berdasarkan penilaian Kemenristekdikti.

“Kalau saya rangkum, visi dan misinya para kandidat tadi itu sudah mencakup Tri Dharma IKA ITS. Pertama Dharma kepada almamater. Bagaimana ITS menjadi 500 perguruan tinggi terbaik dunia,” kata Wahid, usai kegiatan sosialisasi pemilihan Ketua Umum di Surabaya.

Selain itu, kata dia, juga memberikan wawasan kepada para alumni ITS baru. Misalnya saja soal bagaimana menjadi entrepreneur, terjun ke dunia politik, BUMN, dan lainnya. Ini menyoroti jumlah alumni ITS yang tiap tahunnya mencapai 4.000 orang.

Menurutnya, IKA ITS turut berperan membimbing para alumni untuk masa depannya setelah lulus. Ini juga sesuai asas Tri Dharma IKA ITS, yaitu Dharma kepada almamater.

“Ketiga, Dharma kepada bangsa dan negara. Kita itu punya negara yang potensi ekonominya luar biasa. Kita punya tanah yang sepanjang tahunnya menghasilkan pangan. Tidak semua negara kayak gitu. Kita juga punya sumber energi dan air yang luar biasa. Itu menjadi permasalahan dunia,” jelasnya.

Beberapa lembaga riset dunia, lanjut Wahid, menyatakan bahwa Indonesia menjadi 4 negara yang ekonominya terbaik di dunia pada 2050. Ada dua tantangan yang dihadapi, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) dan teknologi.

“Terbaik di dunia setelah China, India, dan Amerika. Tantangannya SDM dan teknologi. Inilah dunianya ITS. Kalau tantangan negatifnya, banyak perguruan tinggi yang terpapar oleh radikalisme, terorisme, dan reaksionerisme. Reaksi itu seperti halnya mahasiswa yang kemarin menuntut UU KPK. Tapi tidak tahu yang dimaksud pelemahan itu apa. Inilah tugas-tuta6s alumni ITS ke depan,” kata dia.

Sementara itu, Anas Rosjidi Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IKA ITS mengatakan pemilihan kali ini menggunakan sistem one man one vote (OMOV). Artinya, satu alumni memilih satu bakal calon ketua umum dengan sistem online.

“Sistemnya alumni ITS yang bisa memilih harus mendaftar secara online. Nanti diverifikasi apakah ini benar-benar alumni ITS. Terakhir jam 10 malam nanti daftarnya. Jadi yang punya hak pilih adalah anggota alumni,” terangnya.

Pemilihan akan dimulai 14-20 Oktober mendatang. Setelah itu, akan diambil 5 kandidat dengan suara terbanyak. Kelimanya itu akan dibawa ke Kongres pemilihan Ketua Umum IKA ITS pada 16 Nopember 2019 di Hotel Shangri-la, Jakarta.

Adapun keenam kandidat yang bertanding itu di antaranya, Gatot Kustyadji Teknik Kimia, Novirwan Said Teknik Sistem Perkapalan, Ermawan Wibisono Teknik Kelautan, M. Ridwan Hisjam Teknik Perkapalan, M. Rifqi Isnanda Teknik Mesin, dan Sutopo Kristanto Teknik Sipil. (ang/tin/tok)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 25 Mei 2022
29o
Kurs