Senin, 27 Juni 2022

Pojok Prancis Universitas Narotama Meriahkan Festival Sinema Prancis

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Usai pemutaran film dilanjutkan dengan diskusi di Pojok Prancis Universitas Narotama Surabaya. Foto; Istimewa

Bekerjasama dengan Institut Prancis Indonesia (IFI), Podjok Prancis Universitas Narotama dipilih menjadi mitra penyelenggaraan Festival Sinema Prancis di Surabaya, setelah sekitar 4 tahun terhenti.

Festival Sinema Prancis kembali digelar dengan melibatkan 25 mitra penyelenggara di 15 kota, satu diantaranya kampus Universitas Narotama (Unnar) yang terpilih menjadi mitra penyelenggara di Surabaya.

Fitri Rofiyarti, S.S., M.Hub.Int., Penanggungjawab Podjok Prancis Universitas Narotama menyampaikan terpilihnya Universitas Narotama sebagai mitra penyelenggara adalah karena kerjasama Universitas Narotama dengan IFI dalam bentuk Podjok Prancis.

“Karena di Surabaya, Universitas Narotama yang memiliki Podjok Prancis, maka kami dipilih untuk menjadi satu diantara mitra penyelenggara Festival Sinema Prancis 2019,” terang Fitri.

Sejumlah film yang ditayangkan di kampus Universitas Narotama diantaranya adalah Tout ce quil me reste apres la revolution (Whatever Happened to My Revolution) yang dirilis tahun 2018 lalu.

Film tersebut, tambah Fitri, merupakan sebuah film kritik sosial tentang anak muda yang mempertanyakan kehidupan di masa sekarang dan saat Revolusi Prancis tahun 1968. “Filmnya memang cenderung cukup berat sehingga kami juga menghadirkan Benoit Bavouset Direktur IFI Surabaya untuk diskusi langsung setelah penayangan film,” kata Fitri.

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Narotama ini menambahkan, bahwa acara Festival Sinema Prancis ini bukan hanya untuk menambah variasi tontonan film, tapi juga agar mahasiswa lebih sensitif terhadap isu dari negara lain yang disampaikan lewat film.

“Film Prancis lebih cenderung berbentuk drama kehidupan yang nyata dengan sinematografi yang natural dan mengandalkan dialog-dialog panjang. Terlihat sekali penonton belum banyak memahami bentuk sinema Prancis. Dari mulai genre film, sampai isu yang diangkat dan guyonan yang disampaikan. Itulah kenapa Festival Sinema Prancis ini kembali digelar setelah 4 tahun vakum,” lanjut Fitri, Selasa (12/11/2019).

Film Prancis masih jarang yang masuk ke bioskop Indonesia. Itu juga yang menjadi harapan dan misi besar Festival Sinema Prancis. “Podjok Prancis Universitas Narotama sebagai partner IFI juga memiliki misi yang sama untuk memperkenalkan Prancis di Indonesia, khususnya Surabaya,” pungkas Fitri.(tok/dwi)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 27 Juni 2022
31o
Kurs