Rabu, 18 Mei 2022

Ratusan Pedagang Hi-Tech Mall Gelar Tasyakuran di Hari Pertama Buka Kembali

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Ratusan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Hi-Tech Mall Surabaya menggelar tasyakuran di hari pertama dibukanya kembali mall IT tersebut di Lantai 1 Hi-Tech Mall, Surabaya pada Sabtu (6/4/2019) sore. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Ratusan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Hi-Tech Mall Surabaya menggelar tasyakuran di hari pertama dibukanya kembali mall IT tersebut setelah sebelumnya sempat ditutup lima hari akibat peralihan manajemen dari PT. Sasana Boga ke pihak Pemkot Surabaya.

Bertempat di Lantai 1 Hi-Tech Mall, Surabaya pada Sabtu (6/4/2019) sore, ratusan pedagang tersebut berkumpul untuk mengucap doa syukur atas diterima kejelasan status mereka di Mall tersebut. Sebelumnya, sempat muncul wacana penutupan mall tersebut dan dialihfungsikan sebagai Gedung Kesenian.

Rudi Abdullah Ketua Paguyuban Pedagang Hi-Tech Mall mengatakan, kejelasan nasib mereka didapatkan pada Jumat (29/3/2019) silam dalam sebuah pertemuan dengan Pemkot Surabaya.

Ia mengatakan, tasyakuran ini adalah bentuk rasa syukur mereka terhadap Tuhan atas diijinkannya para pedagang tetap berkegiatan di Mall tersebut. Ia juga berterima kasih kepada Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya yang telah mendengarkan harapan dan aspirasi mereka.

“Kita hanya mengundang pedagang, sama karyawan, dan anak magang. Karena mereka juga ikut berjuang. Kemarin demo ya mereka demo bersama-sama tenant. Karyawan dan anak magang juga merasa bangga, keluarganya juga merasa bersyukur,” katanya ketika ditemui di Hi-Tech Mall, Surabaya pada Sabtu (6/4/2019).

Pada tasyakuran tersebut, para pedagang juga berbagi perasaan dan harapan mereka atas kejelasan status mereka di Hi-Tech Mall. Setiabudi pedagang Komputer yang berada di Lantai dasar Blok A1 mengatakan, dirinya cukup senang atas dibukanya kembali Hi-Tech Mall.

“Selama ini kita menunggu dari pihak Pemkot untuk mengelola. Selama ini intinya, kita sangat senang. Harapannya ke depan, untuk cepat-cepat di tata ulang lagi. Mulai parkir, kebersihan dan keamanan. Agar pedagang bisa adakan pameran-pameran juga,” ujarnya.

Tak jauh berbeda dengan Setiabudi, Bambang Irawan pedagang yang berada di Lantai Basement Blok BH mengaku bersyukur karena Pemkot Surabaya mendengarkan jeritan hati para pedagang.

“Syukur Alhamdulillah. Pemkot mendengar jeritan pedagang. Sehingga terakomodir permintaannya. Kemarin-kemarin kita galau semua antara diperpanjang atau tidak. Kita turut merasa bahagia. Harapannya, harusnya lebih maju. Sarana prasarana, Hi-Tech kan sudah 30 tahun, harus ada perbaikan,” ungkapnya. (bas/iss)

Potret NetterSelengkapnya

Jalan Tambak Osowilangon Macet

Jalan Ahmad Yani Surabaya Pada Petang Hari

Kemacetan di Ketintang Arah Jalan Karah

Surabaya
Rabu, 18 Mei 2022
28o
Kurs