Kamis, 22 Oktober 2020

Sekolah Kebangsaan Kembali Digelar untuk Memotivasi Pelajar

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Ikhsan Kadispendik Surabaya saat memotivasi pelajar di Surabaya. Foto: Istimewa.

Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar Sekolah Kebangsaan demi menumbuhkan jiwa patriotisme pada generasi muda, khususnya para pelajar di Surabaya. Agenda tahunan yang sudah berlangsung ke-8 ini, berlangsung di SD Don Bosco, Jalan Tidar, Kamis (3/10/2019).

Setidaknya ada dua ribu pelajar SD dan SMP, hadir dalam kegiatan yang juga rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November ini. Kegiatan itu dimulai dengan adegan teaterikal yang diikuti sejumlah siswa sebagai pembuka kegiatan Sekolah Kebangsaan.

Antiek Sugiharti Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, bercerita tentang perjuangan arek-arek Suroboyo saat melawan penjajah. Kala itu, mereka hanya berbekal bambu runcing, namun mampu merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

“Anak-anak, nenek-kakek kita dahulu melawan para penjajah itu hanya bisa menggunakan senjata bambu runcing dan pahlawan kita berhasil, mereka menang,” kata Antiek di awal sambutannya.

Ia menjelaskan, meskipun pada waktu itu para pejuang memiliki keterbatasan senjata, tapi semangat mereka tidak pernah surut. Kekompakan dan keberanian menjadi modal utama arek-arek Suroboyo.

“Ayo, bersama-sama menjaga kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan kita, apalagi saat ini fasilitas sudah memadahi,” katanya.

Menurutnya, saat ini anak-anak sudah cukup memiliki fasilitas yang lebih canggih dibandingkan zaman dahulu. Artinya, mereka akan bisa lebih berjuang dan menjaga bangsa ini khususnya Kota Surabaya untuk semakin maju dan berkembang.

“Sekarang anak-anak memiliki fasilitas yang lebih dan sudah sangat nyaman, sehingga tantangannya pun berbeda untuk itu nilai patriotisme ini tidak boleh meluntur sedikit pun,” ujarnya.

Antiek mengungkapkan, Sekolah Kebangsaan tahun ini akan berlangsung di tiga tempat. Menariknya, tiap lokasi yang di tempati, selalu memiliki nilai sejarah tersendiri. “Untuk yang pertama ini kami pilihkan Don Bosco karena dahulu gedung ini adalah gudang persenjataan arek-arek Suroboyo,” terangnya.

Di kesempatan itu, Antiek juga menitipkan pesan dari Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya yang ingin sekali berbagi cerita tentang pengalamanan selama menjadi pembicara di forum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York dan mendapat gelar Honoris Causa di Busan Korea Selatan.

“Bu Risma kemarin menjadi pembicara di Forum PBB dan setelahnya mendapat gelar dari universitas yang ada di Busan Korea. Apa kalian mau seperti itu,” kata Antiek kepada para pelajar.

Antiek pun berharap, supaya anak-anak, khususnya pelajat Surabaya bisa terus meningkatkan prestasi dan belajar tanpa henti. “Kalau mau seperti Bu Risma, kalian bisa kalau kalian mau berusaha,” pesannya.

Sementara itu, Ikhsan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengatakan, tidak banyak negara yang punya Kota Pahlawan di dunia. Setidaknya, hanya ada lima dan salah satunya adalah Surabaya. Menurut Ikhsan, Wali Kota Risma ingin menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada pelajar Surabaya.

“Sesuai dengan arahan ibu (Wali Kota Risma) ingin sekali membangkitkan itu dan saat ini sedang menyiapkan kurikulum untuk penguatan identitas kita sebagai bangsa Indonesia yang berdaulat,” katanya.(bid/tin/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan Menjelang Exit Tol Gunungsari arah Satelit

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Kecelakaan Mobil di Raya Darmo

Surabaya
Kamis, 22 Oktober 2020
34o
Kurs