Jumat, 4 Desember 2020

Seminar New Age Entrepreneurship Ajak Mahasiswa Angkat Lokalitas

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Seminar New Age Entrepreneurship digelar Universitas Surabaya menghadirkan sejumlah pelaku wirausaha dari Dolly. Foto: Istimewa

Ratusan mahasiswa mata kuliah Kewirausahaan dan Inovasi mengikuti seminar New Age Enterpreneurship, Sabtu (23/2/2019). Acara ini digelar Pusat Studi Inovasi Industri dan Kewirausahaan Universitas Surabaya (Ubaya) dengan narasumber pelaku UMKM Dolly.

Seminar ini selain mengajak mahasiswa mengenal dan langsung mendapat paparan tentang keberhasilan dan proses kewirausahaan para pelaku UMKM Putaa (Putat Jaya), sekaligus juga membuktikan filosofi Love yang menjadi bagian dari visi dan misi Universitas Surabaya.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Putaa merupakan satu di antara UMKM Surabaya yang memang berada di kawasan Dolly, dan mengolah produk makanan. Pasca penutupan lokalisasi Dolly tahun 2014, UMKM Putaa hadir dan terus berkembang memenuhi permintaan pasar.

Awalnya UMKM Putaa dikenal sebagai wirausaha telur asin, yang berkembang cukup pesat dan menjadi partner sejumlah pengusaha makanan. Dan pada perkembangannya UMKM Putaa melebarkan sayap mengelola produk olahan makanan tradisional Indonesia.


Cyntia Handy Direktur Museum Gubuk Wayang Mojokerto, memaparkan keberhasilannya bagi para mahasiswa. Foto: Istimewa

“Seminar ini mencoba memberikan contoh riil buat mahasiswa tentang filosofi Love juga terimplementasi pada berbagai aspek kewirausahaan, dan itu dibuktikan dan ditunjukkan para pelaku UMKM Putaa dari Dolly ini. Dan harapan kami para mahasiswa dapat memahami dan menyerap pengalaman tersebut,” terang Drs.ec. Sujoko Efferin M. Com(Hons)., M.A., Ph.D., Ketua Pusat Studi Inovasi Industri dan Kewirausahaan.

Kewirausahaan yang dikembangkan oleh Universitas Surabaya, lanjut Sujoko Efferin memang dikemas sebagai mata kuliah dengan bentuk yang unik. “Dan tetap fokus dengan 4 pilar seperti pada filosofi Love, yaitu: Local wisdom, Omniconnectivity, Virtue, dan Ecological Harmony,” tambah Sujoko.

Ubaya memiliki pusat studi khusus untuk mengembangkan kewirausahaan dan inovasi bagi mahasiswa maupun dosen-dosen, yaitu: Centre for Industrial Innovation and Entrepreneurship Studies (CIIES). Ubaya juga merancang program-program atau materi ajar yang menggambarkan filosofi Love dengan menerbitkan modul pembelajaran pada mata kuliah Kewirausahaan dan Inovasi.

Ditambahkan Venny Megawati, S.T., M.M., Ketua Panitia Seminar New Age Entrepreneurship bahwa topik yang dipilih adalah Local Wisdom yang menjadi bagian dari filosofi Love.

“Mahasiswa diwajibkan membuat produk dengan kearifan lokal Indonesia. Bebas mau bikin produk apa, sesuai kreativitas masing-masing, tetapi berbasis lokal Indonesia. Dan seminar hari ini memberikan gambaran, contoh riil dengan mengundang pelaku-pelaku kewirausahaan yang sukses menggunakan basis kearifan lokal,” papar Venny Megawati.

Membuka seminar, tampil Mufid Wahjudi COO (Chief Operation Officer) Taurus Gemilang Group dan koordinator ICSB (International Council for Small Business) V Jawa Timur, dilanjutkan paparan Cyntia Handy Direktur Museum Gubuk Wayang Mojokerto.

Cyntia Handy yang juga mahasiswi Ubaya memiliki kepedulian terhadap peninggalan-peninggalan kuno dan bersejarah di Indonesia. Terakhir adalah Rizki Aris Yunianto founder Segoe Njamoer.

Segoe Njamoer dikenal sebagai satu di antara bisnis kuliner Jamur yang kreatif dalam menghasilkan makanan sehat, sekaligus juga yang turut mengangkat kehidupan petani Jamur di Indonesia.

Diharapkan para narasumber memberikan wawasan baru dan pemahaman tentang kewirausahaan dengan berbasis kearifan lokal Indonesia serta memiliki nilai-nilai seperti yang ada pada filosofi Love bagi mahasiswa yang hadir di Perpustakaan lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis, Sabtu (23/2/2019).(tok/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Terguling di Tol

Mobil Nyaris Masuk Sungai di Wiyung

Kebakaran Rumah, 12 PMK Di lokasi

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Surabaya
Jumat, 4 Desember 2020
29o
Kurs