Senin, 15 Agustus 2022

Unusa AFC Jawab Tantangan Pentingnya Edukasi Akuntansi dan Keuangan

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur saat meresmikan Unusa AFC. Foto: Humas Unusa

Menjawab tantangan pentingnya edukasi finansial, Kamis (12/12/2019) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmikan Unusa Accounting and Financial Center (AFC).

Unusa Accounting and Financial Center (AFC) berada di Kampus B Jemursari Surabaya, dan diresmikan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur yang didampingi Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., Rektor Unusa.

Kepada awak media, Rektor Unusa mengungkapkan rasa syukurnya karena Unusa bisa membantu masyarakat dalam memberikan pemahaman akan pentingnya akuntansi keuangan melalui Unusa AFC tersebut.

“Kami bersyukur karena hari ini Gubernur Jawa Timur berkenan meresmikan Rumah Unusa AFC. Selain itu kami sangat bangga karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat secara khusus mempercayakan program SI-Pinter Keuangan Jatim kepada Unusa,” terang Prof Dr Ir Achmad Jazidie M.Eng., usai mendampingi Gubernur Jawa Timur dalam peresmian Unusa AFC.

Unusa AFC bakal menjadi pusat informasi bagi masyarakat umum dan anak muda Jatim tentang keuangan dan akuntansi. “OJK memerlukan kami sebagai mediator baik kepada mahasiswa dan masyarakat. Dan kami siap menjadi garda depan OJK dalam memberi informasi yang benar tentang keuangan dan akuntansi,” tambah Rektor Unusa.

Bersamaan dengan peresmian Unusa AFC, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, didampingi Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam, Prof. Mohammad Nuh, Rektor Unusa, dan Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur melaunching program OJK, Si Pinter Keuangan Jatim yakni Sentra Informasi dan Pelatihan Inklusi & AMP; Literasi Keuangan Jawa Timur, di Auditorium Lantai 9 Tower Unusa, Kampus B Jemursari Surabaya.

Jazidie menyampaikan, melalui Si Pinter Keuangan Jatim, nantinya bakal digelar berbagai pelatihan, seminar, workshop, talkshow tentang keuangan yang bisa dimanfaatkan seluruh stakeholder keuangan dan bisnis di Jatim.

Tujuannya, tentu saja agar masyarakat Jatim semakin melek keuangan, termasuk para santripreneur.

Menurut Jazidie, secara internal Unusa AFC tentu juga bermanfaat buat mahasiswa Unusa karena menjadi tempat melakukan praktik kerja. Pasalnya saat bekerja mahasiswa akuntansi harus memiliki pengetahuan lebih mendalam tentang beragam produk industri keuangan non-bank.

“Kami sadar bahwa mahasiswa kami harus paham betul tentang keuangan, utamanya fintech yang saat ini begitu marak. Sebagai mahasiswa yang dibentuk menjadi entrepreneur ada kalanya mereka membutuhkan permodalan. Fintech menjadi salah satu sumber permodalan yang bisa diakses para entrepreneur muda,” papar Jazidie.

Keberadaan Unusa AFC dalam menjalankan program Si Pinter Keuangan Jatim, didukung penuh oleh OJK bersama IDX Bursa Efek Indonesia, Inklusi Keuangan, dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah (FK-LJKD) Jawa Timur.

Sementara itu disampaikan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, bahwa kehadiran Unusa AFC bakal sangat mendukung Program OPOP (One Pesantren One Product) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Unusa AFC bakal menyajikan berbagai informasi tentang keuangan, baik perbankan maupun produk Industri Keuangan non Perbankan (IKNB) seperti asuransi, pegadaian, reksa dana, saham, bahkan fintech (financial technology) yang sedang marak.

“Para santripreneur yang lahir melalui OPOP tentu sangat membutuhkan berbagai informasi tentang keuangan maupun permodalan yang benar. Dan itu nantinya bisa diperoleh melalui Unusa AFC,” pungkas Khofifah.(tok/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Senin, 15 Agustus 2022
27o
Kurs