Minggu, 23 Januari 2022

22 Karyawan Lumbung Pangan Jatim Terpapar Covid-19, Erlangga Sebut Bukan Klaster

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Erlangga Satriagung Pengelola Lumbung Pangan Jatim menyebut kasus Covid-19 yang menginveksi 22 karyawan itu bukan klaster penularan baru. Foto: Abidin suarasurabaya.net

Erlangga Satriagung Pengelola Lumbung Pangan Jatim menyebut kasus Covid-19 yang menginveksi 22 karyawan (sebelumnya ditulis 21 orang, red) bukan klaster penularan baru. Sebab, kata dia kasus positif bermula dari enam orang usai berlibur ke luar kota saat Iduladha kemarin.

“(Kasus Covid-19) di Lumbung pangan bukan klaster. Karena sumbernya tidak dari Lumbung Pangan. Kalau dari situ, semuanya kena pasti,” ujar Erlangga dalam konferensi pers di sebuah rumah makan di Jl Ahmad Yani Surabaya, Kamis (20/8/2020).

Erlangga mengatakan, dari 22 orang karyawan yang terpapar Covid-19, hanya satu yang dengan gejala dan dirawat di RS PHC. Sedangkan 21 orang lainnya orang tanpa gejala (OTG) dan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Dari 22 orang itu 13 warga Surabaya, 8 Sidoarjo, dan 1 orang warga Gresik.

“21 orang isolasi mandiri di rumah, 1 orang di PHC. Terbanyak warga Surabaya,” katanya.

Erlangga mengatakan, penanganan pada pasien positif di lumbung pangan ini sudah sangat baik. Gugus Tugas Provinsi Jatim dan Pemkot Surabaya juga sudah melakukan treatment. Bahkan, petugas Puskesmas masing-masing terdekat pasien sudah sejak awal melakukan pengawasan dan penanganan.

“Besok keluarga yang satu rumah dengan 22 orang ini akan diswab semuanya di RS Lapangan Indrapura,” katanya.

Erlangga menceritakan kronologi kasus Covid-19 di Lumbung Pangan. Kasus itu bermula saat ada satu karyawan yang mengeluhkan sakit demam dan diare setelah liburan Iduladha. Satu orang ini bersama lima orang lainnya sepulang dari liburan di Malang satu mobil.

Lalu, dilakukan tes pada 11 Agustus terhadap 1 orang itu dan hasilnya positif. Kemudian dilanjutkan tahapan tes massal pada 13-14 Agustus, hasilnya 17 orang dan 4 orang.

“Jadi pertama 1 orang, lalu 17 orang, terus hasilnya keluar 4 orang,” katanya.

Erlangga menjelaskan, dari 22 orang yang terpapar mayoritas justru karyawan yang tidak melayani langsung transaksi keluar masuknya barang. Mereka adalah karyawan bagian administrasi daring, yang mengatur pemesanan melalui online.

“Orang yang tidak berhubungan dengan masyarakat. Mohon maaf distribusi terganggu karena temen-temen di divisi daring kena, terus di divisi keuangan juga ada yang kena,” katanya.

Erlangga memastikan Lumbung Pangan Jatim tetap beroperasi. Hanya saja dalam tiga hari masih harus penyesuaian melatih personil baru di bagian admin online.

“Virus ini bisa mengenai siapapun. Kalau kami Lockdown ini menyangkut kepentingan masyarakat. Orang-orang belanja pangan di sini, dari 38 Kabupaten/Kota,” katanya. (bid/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Minggu, 23 Januari 2022
32o
Kurs