Sabtu, 28 Mei 2022

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah Warga Pamekasan-Madura

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan
Baddrut Tamam Bupati Pamekasan mengunjungi lokasi korban angin kencang. Foto: Antara

Sedikitnya 70 milik warga di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur rusak akibat angin kencang disertai hujan deras yang terjadi pada 5 Januari 2020.

Menurut Akmalul Firdaus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan di Pamekasan, Selasa (7/1/2020) ke-70 bangunan rusak itu tersebar di tiga kecamatan.

“Masing-masing Kecamatan Pademawu, Tlanakan dan Kecamatan Palengaan,” kata Firdaus, seperti dilansir Antara.

Jumlah itu, katanya, sesuai dengan hasil pendataan petugas, dan laporan yang disampaikan oleh pihak kecamatan, berdasarkan laporan masing-masing desa yang terdampak bencana.

Ia merinci, di Kecamatan Palengaan, jumlah bangunan rusak akibat angin kencang sebanyak 45 bangunan, di Kecamatan Pademawu dan Kecamatan Tlanakan berjumlah total sebanyak 25 bangunan.

“Ke-13 bangunan terdampak bencana angin kencang yang disertai hujan deras itu, terdiri dari 9 buah rumah, 2 buah toko, 1 gudang, dan 1 Madrasah Aliyah,” kata Eko Husaini Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Palengaan.

Bangunan rusak di kecamatan ini menimpa tiga desa, yakni Desa Palengaan Laok, Desa Banyupelle, dan Desa Kacok, Kecamatan Palengaan.

Perinciannya, di Dusun Nagasari, Desa Palengaan Laok sebanyak 2 rumah, Dusun Glugur 3, Desa Palengaan Laok sebanyak 2 toko, Dusun Prapatan, Desa Palengaan Laok sebanyak 2 rumah, lalu di Dusun Teklampok, Desa Palengaan Laok sebanyak 3 rumah, dan terakhir di Dusun Sekgersek, Desa Palengaan Laok, sebanyak 1 rumah.

Selain di Desa Palengaan Laok, angin kencang disertai hujan deras yang terjadi pada 5 Januari 2020 itu juga terjadi di Desa Banyupelle, yakni di Dusun Cemkepak, Desa Banyupelle, yakni merusak 1 rumah dan 1 gudang.

Sedangkan di Desa kacok, bencana angin kencang disertai hujan deras telah menyebabkan sebuah Madrasah Aliyah (MA) Wachid Hasyim, Kebun Baru, Desa Kacok, Kecamatan Palengaan, rusak.

“Data korban bencana angin kencang ini, sesuai dengan laporan yang diterima pihak kecamatan dari masing-masing desa,” katanya.

Eko menjelaskan bahwa musibah angin kencang yang melanda tiga desa di Kecamatan Palengaan pada 5 Januari 2020 itu merupakan kali kedua.

Pada Desember 2019, musibah serupa juga terjadi di Palengaan dan menyebabkan sebanyak 32 rumah milik warga juga rusak akibat angin kencang yang disertai hujan deras tersebut.

Perinciannya meliputi, di Dusun Nagasari, Desa Palengaan Laok sebanyak 10 rumah, Dusun Jati Jajar sebanyak 21 rumah, dan Dusun Blingih, Desa Palengaan Laok, sebanyak 1 rumah milik warga juga rusak.

Dengan demikian, maka total jumlah bangunan rusak akibat angin kencang, termasuk dengan kejadian pada akhir 2019 sebelumnya sebanyak 45 bangunan.

Sementara 25 bangunan sisanya yang juga terdampak bencana angin kencang dan dilaporkan rusak ke BPBD Pemkab Pamekasan terletak di Kecamatan Pademawu dan Kecamatan Tlanakan.

Perinciannya, sebanyak 18 rumah korban bencana ini berada di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, dan 7 rumah di Desa Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Baddrut Tamam Bupati Pamekasan meminta agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan, sebab berdasarkan prakiraan, cuaca buruk masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. (ant/dwi)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 28 Mei 2022
24o
Kurs