Sabtu, 28 November 2020

Dikepung Polisi, Komplotan Curanmor Sempat Lempar Bondet ke Petugas

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Sejumlah barang bukti dari salah seorang pelaku curanmor yang ditangkap Polsek Sukolilo. Foto: Istimewa.

Salah seorang pelaku komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) asal Pasuruan dibekuk Unit Reskrim Polsek Sukolilo, Senin (10/2/2020) di kawasan Jl. Mulyorejo Utara. Tiga pelaku lainnya berhasil kabur setelah sempat melempar bom ikan (bondet) ke arah petugas.

Kompol Bunari Kapolsek Sukolilo menceritakan, pengepungan komplotan curanmor ini dilakukan angootanya dengan cara membuntuti pergerakan para pelaku saat beraksi. Empat pelaku ini awalnya beraksi mencuri sepeda motor di wilayah Semolowaru, tapi gagal.

“Setelah itu anggota terus mengikuti para pelaku hingga mengarah di sebuah rumah di Jl. Mulyorejo Utara No. 67 Surabaya. Kemudian kedua pelaku yang membonceng turun dan merusak pintu rantai gembok pagar dan berhasil merusak kunci motor CBR-150 Nomor Polisi W 2832 A warna hitam dan berhasil dibawa keluar pagar dengan kondisi mesin menyala,” kata Kompol Bunari kepada Radio Suara Surabaya, Selasa (11/2/2020).

Setelah dalam keadaan siap, kata Bunari, anggotanya bergerak menangkap para pelaku. Dalam pengepungan itu, dua pelaku yang sebagai joki sempat diberikan tembakan peringatan tapi keduanya berhasil kabur ke arah timur perempatan Kampus C Unair.

Sedangkan anggota lain melakukan penangkapan pelaku yang mengeksekusi sepeda motor, namun saat ditangkap Hury (DPO) dan Coirul Anam melawan petugas dengan melempar bom molotov ke arah petugas dan meledak jarak sekitar 5 Meter dari anggota.

“Kemudian anggota membalas dengan 2 kali tembakan ke arah Hury tapi dia lolos ke kampung dan masuk ke semak-semak kuburan. Sedangkan Choirul Anam baru berhenti setelah dilakukan tindakan tegas mengenai kedua kakinya,” katanya.

Dalam penangkapan itu, masyarakat sekitar sempat berkerumum tapi dilarang mendekat oleh petugas karena saat dicek tas yang Chirul Anam ternyata terdapat 2 bondet (bom ikan) yang masih aktif sehingga dibuatkan jarak parimater saat di evakuasi.

“Saat dilakukan intrograsi pelaku Choirul Anam mengaku bersama komplotannya sudah mencuri R2 di wilayah Surabaya sebanyak 6 kali dan salah satunya berada di wilayah Wonokromo yang sempat dilaporkan korban dan viral di media sosial (e100, red),” katanya.

Saat ini tim reskrim Polsek Sukolilo terus memburu tiga pelaku yang kabur yakni Hury (DPO), NA (DPO), dan IM (DPO). (bid/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Sabtu, 28 November 2020
26o
Kurs