Kamis, 13 Agustus 2020

Software Expo 2020, Kontribusi Mahasiswa PENS untuk Indonesia

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Satu diantara karya inovatif di Software Expo 2020 yang digelar PENS. Foto: Istimewa

Tampilkan 35 produk-produk inovatif, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Kamis (2/1/2020) gelar Software Expo 2020, karya mahasiswa Departemen Teknik Informatika dan Komputer.

Dipamerkan di Hall Gedung D4 PENS, karya-karya atau produk yang dipamerkan adalah hasil pembelajaran bidang Rekayasa Perangkat Lunak, dari mahasiswa Departemen Teknik Informatika dan Komputer, yang terdiri dari D3 Teknik Informatika, D4 Teknik Informatika, dan D4 Teknik Komputer.

Sebelum para mahasiswa menampilkan karya inovatifnya, mereka wajib mengikuti bimbingan tatap muka minimal 6 kali pertemuan dengan para mentor yang berasal dari beberapa industri.

Para mentor diantaranya berasal dari Bukalapak, Maulidan Games, Sindika, dan Inovasi Teknologi Anak Bangsa. Para mentor ini diharapkan memberikan masukan agar karya atau produk mahasiswa PENS sesuai dengan kebutuhan standar industri IT di Indonesia.

Dwi Kurna Basuki S.ST., MT., Ketua Panitia Software Expo 2020 menyampaikan bahwa para peserta selain menampilkan karya inovativnya dalam pameran juga wajib melakukan presentasi dihadapan juri.

Penjurian kepada peserta dilakukan oleh Julian Akbar dari Lead UI UX Designer Maulidan Games, Viqi Firdaus Sahara Product Management & Growth Team Vascomm, dan beberapa Dosen Teknik Informatika & Teknik Komputer PENS.

Satu diantara karya inovativ Prototipe Alat Jemur Pakaian Elektrik berbasis IoT (Jempalik). Alat ini merupakan platform yang berfungsi untuk memonitoring pakaian yang kita jemur terhadap suatu kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain itu juga membantu pengguna apabila lalai ketika hujan turun sehingga pakaian yang dijemur tidak basah karena hujan.

Ada juga produk inovativ yang diberi nama ReTrack dan MedLed. Produk ReTrack merupakan aplikasi yang berfungsi sebagai media transparansi data patroli Polisi dan media pendukung Polisi ketika berpatroli.

Sedangkan MedLed merupakan alat berbasis IoT yang dapat dimonitoring melalui website yang membantu apoteker mengetahui letak penyimpanan obat dalam rak dan memberikan informasi jumlah obat yang tersedia. Alat ini juga dapat menampilkan harga obat dan keterangan obat dalam bentuk komposisi dan dosis obat.

Apabila apoteker ingin mengetahui letak penyimpanan obat dalam rak, maka dapat menekan tombol buka yang disediakan website dan rak memberikan informasi yang mudah dilihat yaitu LED menyala dan pintu rak terbuka.

Tulibot karya Tim Arek yang mengharumkan nama Bangsa Indonesia dan mendapatkan medali emas di Korea November 2019 juga ikut ditampilkan dalam Software Expo 2020. Tulibot adalah kombinasi antara aplikasi, smart glasses dan smart gloves.

“Pengguna akan menggunakan smart gloves yang memanfaatkan bahasa isyarat American Sign Language (ASL) yang nantinya dapat menghasilkan sebuah audio. Tulibot akan mendeteksi audio melalui aplikasi kemudian diterjemahkan menjadi kata-kata yang ditampilkan melalui smart glasses yang digunakan pengguna,” terang Dwi Kurna Basuki S.ST., MT., Ketua Panitia Software Expo 2020.

Diharapkan dari kegiatan pameran produk dan karya inovativ para mahasiswa Software Expo 2020 oleh PENS akan ada pihak ketiga yang melirik dan memberikan kesempatan bekerja sama untuk merealsisasikan sekaligus mengembangkannya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan kami demikian. Akan ada pihak ketiga yang melihat karya inovatif kami dan memberikan kesempatan bekerjasama sekaligus mengembangkan karya itu dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, dalam rangka memberikan kontribusi membangun bangsa Indonesia,” pungkas Dwi Kurnia Basuki.(tok)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Kamis, 13 Agustus 2020
33o
Kurs