Selasa, 15 Juni 2021

Azerbaijan Peringati 20 Tahun Penetapan Dua Cagar Budaya oleh UNESCO

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Içeri Syeher (Old city) Kompleks Istana Syirwansyah. Foto: Istimewa

Tahun ini, Azerbaijan akan memperingati ulang tahun ke-20 masuknya Içeri Syeher (Old city) Kompleks Istana Syirwansyah, dan Qiz Qalasi (Maiden Tower) ke dalam daftar warisan dunia oleh UNESCO.

Pemerintah Republik Azerbaijan akan menyelenggarakan acara memperingati capaian itu, serta mempromosikan warisan budaya nasional Azerbaijan ke seluruh dunia.

Gultekin Habibli Kepala Kanselerai Kedutaan Besar Republik Azerbaijan untuk Republik İndonesia mengatakan,
Iceri Syeher yang punya nama julukan Mutiara Baku adalah salah satu contoh budaya nasional Azerbaijan yang memiliki akar sejarah.

“Tempat itu disukai bukan saja oleh Rakyat Azerbaijan, tapi juga oleh para wisatawan seluruh dunia,” ujarnya melalui rilis yang diterima suarasurabaya.net, Sabtu (4/7/2020).

Masuknya warisan sejarah Azerbaijan dalam daftar UNESCO, lanjut Gultekin, merupakan bentuk nyata kebijakan İlham Aliyev Presiden Republik Azerbaijan dan Mehriban Aliyeva Wakil Presiden Pertama.

Qiz Qalasi (Maiden Tower) salah satu cagar budaya di Azerbaijan yang masuk daftar UNESCO. Foto: istimewa

Negara Azerbaijan sendiri tercatat sudah 28 tahun menjadi anggota UNESCO. Kuatnya hubungan Azerbaijan dan UNESCO juga berkat oeran aktif Yayasan Haidar Aliyev di bawah kepemimpinan Mehriban Aliyeva.

“Sejak awal, Yayasan Haidar Aliyev mengutamakan promosi dan pelestarian nilai-nilai kerohanian nasional Azerbaijan, hingga bisa tercantum dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO,” ungkap Gultekin.

Yayasan Haidar Aliyev juga mendukung penerjemahan karya-karya klasik dan modern Azerbaijan ke dalam bahasa-bahasa lain, dan adikarya sastra dunia ke Bahasa Azerbaijan.

Menurut Gultekin, banyak monumen budaya nasional, monumen sejarah, dan berbagai cagar budaya Azerbaijan yang rusak akibat agresi militer Armenia sejak tahun 1991.

Di wilayah Azerbaijan yang diduduki, Tentara Armenia menghancurkan berbagai monumen sejarah, masjid, pekuburan, merampas museum, kekayaan materiil dan keagamaan.

“Tentara Armenia dengan sengaja berupaya menghapuskan sejarah Azerbaijan, dan mencoba ‘mengarmeniakan’ semua toponim Azerbaijan asli,” katanya.

Tapi, Rakyat Azerbaijan yakin tanah bersejarah Azerbaijan akan dibebebaskan dari pendudukan Armenia. Dan, monumen-monumen Azerbaijan yang ‘ditawan’ akan dipromosikan kembali di seluruh dunia.

Negara dan Rakyat Azerbaijan memiliki ketahanan, kekuatan, kemauan serta tekad untuk membebaskan tanah dan monumen-monumennya yang ‘ditawan’ Armenia.

“Azerbaijan akan menang. Seperti setiap orang Azerbaijan, saya juga percaya pada kemenangan itu. Semoga jalan dari Mutiara Baku dari Iceri Shyeher sampai Benteng di Syusya, tanah asli kami selalu terbuka,” pungkasnya.(rid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran di Tanjungsari

Kemacetan di Tol Waru arah Dupak

Gerhana Bulan Total di Waru

Surabaya
Selasa, 15 Juni 2021
28o
Kurs