Selasa, 24 November 2020
43 Santri Asal Malaysia Positif Covid-19

Bupati Magetan Tutup Akses ke Ponpes Al-Fatah Temboro

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Suprawoto Bupati Magetan dalam video conference bersama Gubernur Jatim, Senin (20/4/2020). Foto : Istimewa

Suprawoto Bupati Magetan langsung menutup akses masuk ke Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur, setelah memastikan kebenaran kabar bahwa 43 santri asal Malaysia di pondok pesantren itu ternyata positif Covid-19.

Suprawoto mengatakan dia telah mengklarifikasi kabar tentang santri Ponpes Al-Fatah asal Malaysia ini ke sejumlah pihak di Malaysia dan telah memastikan bahwa kabar positifnya 43 santri itu benar.

Bupati Magetan mengaku langkah itu diambil setelah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia.

Selain itu dia juga sudah mengambil sejumlah langkah bersama Forkopimda Magetan dan pengurus pondok pesantren.

“Temboro kami nyatakan merah. Jalan di sana (ke Ponpes Al-Fatah) kami tutup. Di sana ada 120 kepala keluarga. Kami terapkan physical distancing secara ketat. Kami minta tidak keluar rumah. Semua kebutuhan warga, apapun itu, akan kami penuhi,” kata Suprawoto dalam video conference bersama Gubernur Jatim, Senin (20/4/2020).

Suprawoto menejelaskan, santri dari luar negeri di pondok pesantren Al-Fatah itu berasal dari 12 negara. Paling banyak memang dari Malaysia.

Dia memperkirakan ada lebih dari 400 santri asal Malaysia yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Fatah dan sudah 200-an santri yang dipulangkan pada 6 April lalu.

Ternyata dari 200 santri yang sudah pulang di negaranya, ada 43 orang yang dinyatakan positif oleh Tim Kementerian Kesehatan Malaysia.

Langkah penutupan akses ke pondok pesantren itu dilakukan mengingat masih ada 227 santri asal Malaysia juga ribuan santri dari luar negeri dan berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur masih ada di dalam pondok pesantren.

Perlu diketahui, pondok pesantren itu memiliki 22 ribu santri dari berbagai daerah dan negara. Biasanya para santri akan cuti pada 10 Ramadhan, tapi karena adanya Covid-19 mereka dipulangkan lebih awal.

Menanggapi tentang kemungkinan terjadinya klaster baru di Temboro, Magetan, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengirimkan tim tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim.

“Hari ini Dr Kohar (Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim) ke sana bersama rombongan timnya. Saya sudah minta untuk membawa 1.000 alat rapid test dan 2.000 paket alat pelindung diri. Masker dan lain-lain,” ujarnya.

Khofifah juga menyatakan bahwa RSUD dr Soedono Madiun sebagai rumah sakit milik Pemprov Jatim siap mendukung proses penanganan di Pondok Pesantren Al Fatah di Desa Temboro, Magetan.

“Saya kira tenaga kesehatan maupun APD di Soedono sangat mencukupi untuk mensupport penanganan di Temboro,” katanya.(den/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Selasa, 24 November 2020
34o
Kurs