Rabu, 25 November 2020

Magetan, Daerah Mula-Mula Covid-19 yang Mampu Menekan Penularan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat menyaksikan grafik penambahan kasus di layar lebar di gedung utama Grahadi, Senin (13/4/2020). Foto: Denza

Kabupaten Magetan adalah salah satu daerah mula-mula di Jawa Timur yang terjangkit Covid-19. Seiring penambahan jumlah kasus di Jatim, Pemkab Magetan terbukti mampu menekan penularan.

Kasus kematian pertama akibat infeksi Covid-19 pertama di Solo, 11 Maret lalu, adalah warga Magetan. Yang bersangkutan diketahui tertular virus SARS CoV-2 setelah mengikuti seminar di Bogor, Jawa Barat, akhir Februari lalu.

Namun, kasus itu tidak menjadi infeksi Covid-19 pertama di Jatim. Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengumumkan enam kasus pertama di Jatim pada 17 Maret. Keenamnya di Surabaya.

Magetan baru dinyatakan sebagai daerah terinfeksi beberapa hari setelahnya, pada 21 Maret. Saat itu, tiga orang sekaligus dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani swab dan hasil tes PCR-nya diumumkan.

Jumlah kasus di Magetan terus bertambah hingga 10 orang. Suprawoto Bupati Magetan, kepada salah satu media nasional bilang, enam pasien di antaranya memang keluarga orang yang meninggal di Solo.

Maka kasus Covid-19 di Magetan pun menjadi satu di antara sejumlah klaster penularan Covid-19 yang dicatat Tim Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

Namun, seiring perkembangan jumlah kasus di kabupaten lain serta teridentifikasinya klaster-klaster lain—sampai sekarang kasus dan klaster terbanyak ada di Surabaya-Magetan bertahan di angka 10 kasus.

Sebagai perbandingan, Surabaya yang juga daerah mula-mula terjangkit Covid-19, jumlah kasus infeksinya pada Senin (13/4/2020) sudah mencapai 208 kasus dengan jumlah kematian 10 kasus.

Malang Raya, yang juga daerah mula-mula, sekarang punya 21 kasus positif Covid-19 (Kabupaten Malang: 11, Kota Malang: 8, Kota Batu: 6) dengan 8 kasus kematian (Kabupaten Malang: 4, Kota Malang: 4).

Jumlah kematian akibat Covid-19 di Magetan, hanya satu orang. Sedangkan pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh ada delapan orang. Tersisa satu orang yang sampai sekarang masih dalam perawatan.

“Magetan ini sebetulnya selain Surabaya, termasuk yang awal-awal cukup menonjol. Tiba-tiba dari Magetan ada 3 (kasus), setelah itu tambah 5, setelah itu tambah lagi jadi 10,” ujar Khofifah di Grahadi, Senin (13/4/2020).

Khofifah mengapresiasi langkah-langkah pencegahan yang diambil Suprawoto Bupati Magetan bersama jajaran Forkopimda sampai ke desa-desa, dan terus diinformasikan kepada Gubernur.

Khofifah mengatakan, saat terkonfirmasi ada tiga kasus positif Covid-19, Bupati dan jajarannya langsung melakukan tracing dan menerapkan isolasi terhadap warganya yang berisiko tertular.

“Informasi dari Pak Bupati Magetan, sampai hari ini, aktivitas-aktivitas yang beliau lakukan dalam proses pencegahan penularan, itu beliau report secara detail,” ujar Khofifah.

Gerakan pencegahan di Magetan, kata Khofifah, dilakukan lebih dini, secara cepat, cukup masif, sampai ke tingkat desa. Pencegahan dini dan seksama itulah, kata dia, yang sangat efektif.

“Kita lihat Magetan ini awal. Setelah Surabaya, lalu kasus kedua di Syaiful Anwar (Malang), kemudian Magetan. Dengan langkah komprehensif, saya rasa salah satu contoh yang cukup sukses adalah Kabupaten Magetan,” kata Khofifah.

Perlu diketahui, pada Senin, ada penambahan kasus positif Covid-19 di Jatim sebanyak 52 kasus. Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur pun menjadi 438.

Tambahan kasus terbanyak tetap dari Surabaya, ada 26 kasus positif Covid-19. Padahal, sebelumnya, Minggu (12/4/2020), Surabaya sudah ketambahan 83 kasus. Total kasus Covid-19 di Surabaya sekarang menjadi 208.(den/iss)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Rabu, 25 November 2020
28o
Kurs