Senin, 30 November 2020

Buruh Merasa Dikalahkan 7-0 Oleh Pemerintah

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Ilustrasi. Ribuan buruh saat aksi unjuk rasa di Jalan Pahlawan depan Kantor Gubernur Jatim, Selasa (27/10/2020). Foto: Dok/Abidin suarasurabaya.net

Ribuan gabungan serikat buruh di Jatim mulai menggelar mimbar bebas di depan Kantor Gubernur Jatim Jl Pahlawan Surabaya, Selasa (27/10/2020). Mereka merasa terus dicurangi oleh pemerintah dan DPR RI dengan disahkannya Omnibus Law pada 5 Oktober lalu.

Salah seorang orator mengungkapkan kalau kalangan Buruh, Mahasiswa dan Rakyat selalu ditipu oleh pemerintah. Bahkan, mereka merasa dikalahkan pemerintah dengan skor 7-0.

Menurut mereka, dulu Peraturan Pemerintah (PP) 78 tahun 2015 tentang pengupahan disahkan tanpa memperhatikan aspirasi buruh, lalu sekarang Omnibus Law disahkan juga tanpa mendengarkan aspirasi buruh dan rakyat.

Di setiap provinsi, perlawanan buruh dan mahasiswa dengan menggelar aksi turun jalan, tidak diperhatikan pemerintah. Menurut mereka, Joko Widodo Presiden yang katanya merakyat ternyata bohong. Lalu, DPR yang seharusnya menyerap aspirasi rakyat mereka nilai malah menari di atas penderitaan rakyat.

“UU Cipta Kerja yang disahkan tanggal 5 Oktober ternyata draftnya belum selesai. Terus mengalami revisi dan draftnya tidak pernah dibuka di publik. Ini pembohongan besar,” kata salah seorang orator.

Pantauan suarasurabaya.net, sekarang ini orasi terus dilakukan bergantian. Beberapa saat lalu, sekitar pukul 14.52 WIB gelombang ribuan massa dari serikat buruh dari berbagai daerah juga bergabung di Jalan Pahlawan. Lebih dari 20 mobil komando yang dilengkapi pengeras suara diarahkan ke kantor Gubernur Jatim. Jalan Pahlawan Surabaya depan kantor Gubernur Jatim dikuasai buruh. (bid/dfn/ipg)

Berita Terkait

Ribuan Buruh Sempat Blokade Raya Waru

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Surabaya
Senin, 30 November 2020
26o
Kurs