Senin, 26 Oktober 2020

Cegah COVID-19, Masyarakat Korea Selatan Diimbau Tetap di Rumah

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Seorang karyawan dari perusahaan layanan desinfeksi membersihkan stasiun kereta bawah tanah di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (28/2/2020). Foto: Antara

Pemerintah Korea Selatan mengimbau dan mendesak agar warganya tetap tinggal di dalam rumah, sebagaimana peringatan resmi tentang “masa genting” perjuangan melawan virus korona (COVID-19).

Kim Kang-lip Wakil Menteri Kesehatan dalam peringatan yang dikeluarkan pemerintah itu menyebutkan, saat ini “masa kritis” dalam upaya menahan penyebaran virus.

“Masyarakat dimohon tetap tinggal di dalam rumah dan menghindari perjalanan ke luar rumah, serta meminimalisasi kontak dengan orang lain.”

Korea Selatan menjadi negara yang mengalami kasus infeksi COVID-19 tertinggi di luar China, dengan jumlah tercatat 2.931 kasus, setelah lonjakan kasus harian baru paling tinggi sebanyak 594 kasus.

Di antara sejumlah kasus itu, sudah ada 17 kasus kematian terjadi sejak konfirmasi pasien pertama kali di Korea Selatan pada 20 Januari lalu.

“Kami meminta masyarakat untuk menahan diri dari mengikuti acara publik pada pekan ini, termasuk pertemuan keagamaan atau unjuk rasa,” kata Kim dikutip Antara, Sabtu (29/2/2020).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC) mencatat, ada 476 kasus baru yang muncul berasal dari kota Daegu, tepatnya di sebuah gereja yang menjadi pusat wabah, serta 60 lainnya di wilayah sekitar di Provinsi Gyeongsang Utara.

Otoritas kesehatan sedang melakukan pengujian terhadap lebih dari 210.000 anggota dan 65.000 calon anggota gereja terkait dengan kebanyakan kasus infeksi setelah perempuan berusia 61 tahun, yang diketahui sebagai “Pasien 31”, menghadiri kebaktian gereja sebelum dikonfirmasi positif korona.

Kim mengatakan, dari 88 persen yang telah diperiksa, atau sekitar 3.300 orang, mereka mengalami gejala-gejala sakit seperti demam.

Sejumlah pejabat provinsi bahkan ingin menerapkan hukuman kriminal terhadap gereja itu, menyebut bahwa pihak gereja menolak memberikan daftar lengkap anggotanya. Pihak gereja membantah tuduhan tersebut dan mendesak pemerintah mengakhiri “fitnah dan tekanan” terhadap para jemaat.

Kim menyatakan bahwa pemerintah tengah bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memeriksa tuduhan itu.(ant/den)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Bundaran Margomulyo

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Surabaya
Senin, 26 Oktober 2020
29o
Kurs