Jumat, 3 April 2020

Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu Tubuh, Upaya Pencegahan Covid 19

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Alat pendeteksi suhu tubuh diciptakan Universitas Dinamika, kontribusi di tengah pandemi Covid 19. Foto: Humas Universitas Dinamika

Universitas Dinamika Surabaya, Kamis (26/3/2020) membuat inovasi alat pendeteksi tubuh menggunakan thermal camera. Alat pendeteksi suhu tubuh.

Universitas Dinamika, menghadirkan inovasi membuat alat pendeteksi tubuh manusia menggunakan thermal camera, Kamis (26/3/2020) ditengah pandemi Covid 19. Sebuah alat pendeteksi tubuh yang diharapkan mampu mencegah penyebaran virus corona.

Dr. Susijanto Tri Rasmana, S.Kom., M.T., Dosen Teknik Komputer Universitas Dinamika kepada awak media menyampaikan bahwa cara kerja alat pendeteksi tubuh manusia menggunakan thermal camera tersebut bekerja untuk menangkap suhu tubuh manusia.

“Dari hasil menangkap atau merekam suhu tubuh manusia tersebut, selanjutnya kemudian akan diolah oleh perangkat mini Personal Computer (PC) untuk diproses menjadi data yang berisi sebuah peringatan jika tidak lolos seleksi sesuai dengan suhu tubuh yang telah ditetapkan,” terang Susijanto.

Perangkat pendeteksi yang dilengkapi kamera ini menggunakan gate yang mewajibkan siapapun untuk melintasi gate dalam rangka melakukan deteksi suhu tubuh, secara bergantian, dalam rangka mengcapture atau merekam suhu tubuh tersebut.

Susijanto menjelaskan bahwa perangkat alat perekam suhu tubuh manusia ini memilki keakuratan dalam kinerjanya mendeteksi suhu tubuh manusia. Bahkan kamera pada laat ini memiliki kecepatan dalam menangkap suhu tubuh. “Kami gunakan camera flir,” kata Susijanto.

Saat perangkat ini merekam atau menangkap suhu tubuh melebihi batasan, misalnya 38 derajat, maka secara otomatis alarm akan berbunyi memberikan peringatan. Perangkat tersebut semuanya ada didalam mini PC yang dipasang.

Perangkat yang dibuat Susijanto ini memang masih butuh pengembangan, agar bisa mendeteksi atau menangkap suhu tubuh manusia dalam jumlah banyak, agar nantinya thermal camera tidak lagi butuh gate yang mewajibkan setiap orang harus melintasi gate tersebut.

“Seperti pemasangan CCTV (tanpa gate), dan ketika ada sekelompok orang yang lewat akan bisa mendeteksi secara bersamaan dengan suhu tubuh panas atau yang sedang demam. Jadilebih praktis dan mendeteksi banyak orang dalam kesempatan yang sama,” tambah Susijanto.

Ditambahkan Anan Pepe Abseno Asisten Dosen Teknik Komputer Universitas Dinamika bahwa orang yang melewati gate akan dideteksi dengan sensor gerak (proximity sensor). Jika suhu tubuh melebihi 38 derajat celsius misalnya maka alarm akan berbunyi.

Dan pihak sekuriti bisa langsung bergerak memperingatkan orang dengan suhu yang tidak dikehendaki tersebut. Dengan cara itu, pengecekkan suhu pengunjung dapat dilakukan secara otomatis sehingga dapat lebih cepat, sekaligus efissien.

“Secara langsung sekuriti bisa memberlakukan pyshical distancing sesuai anjuran WHO karena tanpa melakukan pengecekkan suhu disetiap pengunjung yang datang tanpa berdekatan. Kedepan nanti alat ini memang butuh pengembangan dan penambahan perangkat lunak,” papar Anan Pepe Abseno.

Sementara itu, ditambahkan Ryan Adi Djauhari Kepala Bagian Public Relation Universitas Dinamika bahwa diharapkan perangkat ini dapat dipakai masyarakat luas seperti rumah sakit, sekolah maupun kantor dan tempat ramai lainnya, sebagais atu diantara sarana deteksi dini penyebaran virus corona, lewat pengukuran suhu tubuh.(tok/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Surabaya
Jumat, 3 April 2020
26o
Kurs