Rabu, 5 Agustus 2020

Di Tengah Covid-19, Bapak Paliatif Indonesia Akan Bagikan Menu Berbuka Untuk Penderita Kanker

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Prof dr Sunaryadi Tejawinata Bapak Paliatif Indonesia. Foto: Istimewa

Prof dr Sunaryadi Tejawinata Bapak Paliatif Indonesia akan membagikan menu berbuka puasa bagi para penderita kanker yang tersebar di berbagai rumah singgah kanker di Surabaya.

Pria yang dikenal sebagai pelopor layanan paliatif di Indonesia ini mengatakan, meski secara nilai material jumlah yang ia berikan tidak bisa dikatakan besar, tapi ia berharap bantuan itu bisa membuat mereka yang sedang berjuang melawan kanker bisa merasakan kebahagiaan.

Acara yang akan digelar pada Jumat (15/5/2020) mendatang ini, akan menggunakan sistem pengantaran agar tidak mengumpulkan massa. Ia bersama tim akan mengantar masing-masing menu berbuka puasa itu ke sembilan rumah singgah menggunakan ambulans.

“Ada sembilan rumah singgah yang tercatat. Sebetulnya saya kira lebih dari itu. Semua dikirim, kami pakai ambulan untuk mengirim ke tiap-tiap rumah singgah. Dibantu tenaga dari komunitas itu. Itu nanti diisi dalam satu kotak lengkap dengan minuman dan snack,” ujarnya pada suarasurabaya.net  Rabu (6/5/2020).

Model ini, kata Prof. Sunaryadi, berkaitan dengan kondisi Pandemi Covid-19 saat ini. Jika tidak ada pandemi ini, sebenarnya ia ingin mengumpulkan para penderita kanker yang kira-kira berjumlah 288 orang itu untuk berbuka puasa bersama.

“Betul. Betul. Sebetulnya kalau tidak ada Covid-19, mereka akan dikumpulkan di satu tempat agar bisa berbuka puasa bersama. Karena ada PSBB ini, kita lakukan seperti itu,” jelasnya.

Ia mengatakan, penderita kanker memiliki penderitaan yang sangat berat, lahir dan batin. Tak hanya bagi dirinya, juga baik keluarga. Terlebih, menurutnya 70 persen penderita kanker di Indonesia datang berobat ketika sudah dalam keadaan tidak bisa diobati lagi. Sehingga mereka perlu mendapat banyak perhatian.

Sebagai informasi, Cabang ilmu Kedokteran Paliatif adalah cabang kedokteran yang fokus pada penanganan berbagai aspek penderitaan pasien kanker dan non kanker, mulai dari fisik, piskologis, sosial, kultural, sampai spiritual. (bas/tin/rst)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Fabian Yudhistira

Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Kerikil Berserakan, Lalu Lintas Macet

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Surabaya
Rabu, 5 Agustus 2020
25o
Kurs