Jumat, 7 Oktober 2022

Produksi 8.175 Nasi Bungkus Tiap Masak, Dapur Umum Pemprov Jatim Libatkan PKL

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat meninjau dapur umum di kawasan lapangan tenis Kodam V Brawijaya, Kamis (30/4/2020) sore. Foto: Istimewa

Pemprov Jawa Timur mendirikan lima dapur umum, yang setiap kali memasak dapat memproduksi 8.175 nasi bungkus untuk warga terdampak Covid-19 di daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa Timur. Dalam sehari, belasan ribu nasi bungkus tersebut akan dibagikan dua kali, yakni waktu sahur dan berbuka puasa.

Kelima dapur umum masing-masing terletak di Kodam V Brawijaya Surabaya (2.175 bungkus), Polrestabes Surabaya (1.000 bungkus), Mako Lantamal V Surabaya (1.500 bungkus), Kodim 0817 Gresik (1.500 bungkus) dan Polresta Sidoarjo (2.000 bungkus).

Subhan Wahyudiono Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengatakan, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim meminta agar dapur umum juga memberdayakan masyarakat secara luas, terutama para PKL yang ikut terdampak kebijakan ini.

“Seperti sahur hari ini, PKL yang dilibatkan dari Surabaya Utara. Jadi jangan sampai dapur umum dibuka dan PKL-PKL malah terdampak. Jadi setiap PKL diberi 50 nasi bungkus dengan rata-rata seharga Rp15 ribu, jadi total Rp750 ribu per PKL,” kata Subhan saat on air di program “Wawasan” Radio Suara Surabaya, Senin (4/5/2020)

Subhan Wahyudiono Kepala Pelaksana BPBD Jatim saat on air di program “Wawasan” Radio Suara Surabaya, Senin (4/5/2020). Foto: Tina suarasurabaya.net

Hingga saat ini, tercatat ada 120 PKL yang berpartisipasi. Setiap sahur atau berbuka, sebanyak 500 porsi nasi bungkus dibuat oleh para PKL ini.

Selain itu, Pemprov Jatim juga berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur agar hasil budidaya peternak ikan dapat menjadi tambahan menu makanan.

“Ibu Gubernur (awalnya) meminta melibatkan hasil tangkapan nelayan, tapi nelayan sudah ada pembeli. Akhirnya petani lele dan patin kita libatkan dengan koordinasi Dinas PerikananPprovinsi untuk mendatangkan ikan dari teman-teman petani,” tambah Subhan.

Kolonel Zeni Bima Aslog Kodam V Brawijaya mengatakan, meski dibagikan secara gratis, namun kebutuhan kalori di setiap nasi bungkus melalui proses perhitungan dari ahli gizi.

Dengan bantuan Dinas Kesehatan Jatim, setiap nasi bungkus mengandung sebanyak 500-600 kalori dan dipastikan cukup untuk menjalankan ibadah puasa.

“Kita juga cek apakah makanannya layak konsumsi atau tidak dengan mengambil sampel di setiap dapur umum,” ujar Zeni.

Kolonel Zeni Bima Aslog Kodam V Brawijaya saat on air di program “Wawasan” Radio Suara Surabaya, Senin (4/5/2020). Foto: Tina suarasurabaya.net

Ia melanjutkan, dapur umum Pemprov Jatim membutuhkan 500 kilogram hingga satu ton beras dalam sekali masak. Para petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengolah makanan hingga nasi bungkus siap didistribusikan di setiap rumah warga yang terdampak.

Para petugas tersebut mulai memasak pukul 00.00 WIB, lalu para Babinsa dan Kantibnas mendistribusikan makanan sekitar pukul 02.00 WIB dan diharapkan sudah sampai ke penerima pukul 03.00 WIB.

Begitu juga untuk makanan buka puasa. Petugas mulai memasak pada siang hari, lalu pukul 15.00 WIB makanan mulai didistribusikan sehingga pukul 16.30 WIB nasi bungkus sudah sampai ke penerima.

Zeni menjamin, dapur umum yang didirikan adalah tempat memasak yang bersih. Para petugas juga mematuhi protokol kesehatan agar makanan yang dibagikan adalah makanan higienis.

“Kita periksa kondisi kesehatan mereka. Jangan sampai yang memasak sakit dan malah memunculkan kluster baru,” imbuhnya.(tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Mogok dan Nutup Sebagian Jalur Layang Mayangkara

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Surabaya
Jumat, 7 Oktober 2022
32o
Kurs