Selasa, 4 Agustus 2020

Dubes Tantowi : Penembakan Warga NZ di Papua Membuka Mata Siapa Sesungguhnya KKB

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Tantowi Yahya Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, dan Tonga. Foto: Istimewa

Tantowi Yahya Dubes RI untuk Selandia Baru (New Zealand) mengatakan, pada hari Senin tanggal 30 Maret 2020 terjadi aksi penembakan terhadap sejumlah karyawan PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika yang menimbulkan korban jiwa.

Segera setelah menerima laporan mengenai penembakan tersebut, kata Tantowi, tim gabungan dari Polres Mimika, Satgas Amole dan Satgas Nemangkawi mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku.

Menurut Tantowi, peristiwa tersebut menewaskan seorang Warga New Zealand (NZ) dan melukai dua warga sipil Indonesia.

“Peristiwa penembakan itu menewaskan seorang warga negara Selandia Baru yakni Graeme Thomas Wall, dan melukai dua warga sipil Indonesia, masing-masing Jibril M A Bahar dan Ucok Simanungkalit,” ujar Tantowi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/3/2020).

Menurut informasi di lapangan yang diterima pihak kepolisian, kata Tantowi, tembakan dilakukan oleh kelompok yang terdiri atas delapan orang, dimana tiga orang diantaranya membawa senjata laras panjang.

“Berdasarkan keterangan saksi mata, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku penembakan sebagai Lino Mom Ilimar dan Antonius Aim. Kedua penembak tersebut diketahui merupakan bagian dari kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin oleh Joni Botak,” jelasnya.

Tantowi menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa aksi penembakan ini tidak dapat diterima dari sudut manapun.

“Kelompok kriminal bersenjata selalu berdalih bahwa serangannya ditujukan kepada aparat keamanan, namun fakta menunjukkan bahwa mayoritas korban adalah masyarakat sipil,” tegas Tantowi.

Kata dia, penembakan di Kuala Kencana ini menambah beban masyarakat Papua dan aparat keamanan yang tengah bekerja keras menanggulangi wabah Covid-19.

“Ini memperlihatkan bahwa kelompok kriminal bersenjata tidak mempedulikan dampak perbuatannya terhadap masyarakat Papua sendiri. Saya berharap hal tersebut dapat membuka mata banyak pihak mengenai wajah sesungguhnya dari kelompok kriminal bersenjata,” kata Tantowi.

“Belasungkawa kami yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, dan kami siap membantu bila diperlukan,” pungkas Tantowi. (faz/ISS)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Kerikil Berserakan, Lalu Lintas Macet

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Surabaya
Selasa, 4 Agustus 2020
26o
Kurs