Kamis, 22 Oktober 2020

Gelar IConISE, Bukti ITS Dukung Perkembangan Industri 4.0

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Diikuti sejumlah peserta dari dalam dan luar negeri, sebagai bentuk dukungan ITS pada perkembangan global industri 4.0. Foto: Humas ITS

Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) serius tunjukkan dukungan perkembangan industri 4.0 secara global, melalui gelaran International Conference on Industrial and System Engineering (IConISE).

IConISE pada 2020 ini bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip), yakni lewat kegiatan Annual Conference on Industrial and System Engineering (Acise). Acara yang dikenal dengan IConISE Acise ini juga dihadiri oleh pembicara dari berbagai negara di antaranya Prof Weijia Jia dari Shanghai Jiaotong University, China; Doan Lingga selaku Wakil Presiden Data Traveloka; Assoc Prof Ferry Jie dari Edith Cowan University, Australia; serta beberapa pembicara lain dari Jerman dan Filipina.

Menyajikan beberapa topik mengenai analisis big data yang didiskusikan bersama peserta. Mulai dari perencanaan kota pintar, peran manajemen data dan analitik dalam industri 4.0, big data tentang supply chain, dan analisis big data sebagai alat kompetitif menuju sistem industri pintar.

Ratna Sari Dwi PhD., Ketua penyelenggara IconISE 2020, menyampaikan bahwa ada lebih dari 200 peserta yang telah mendaftar mulai dari Indonesia, Malaysia, Itali, Filipina, United Kingdom (UK), dan Jepang. “Setelah melalui tahap seleksi, terpilih 149 finalis yang akan mempresentasikan penelitiannya dalam konferensi ini,” terang Ratna Sari Dwi.

Ratna menjelaskan bahwa IconISE diadakan untuk mengasosiasikan dan bertukar pendidikan teknik industri yang lebih baik. “Kami juga berupaya mengembangkan penelitian, dan informasi di antara akademisi dan praktisi dari berbagai negara terkait rekayasa industri,” kata Ratna Sari Dwi.

Ratna juga menyampaikan, dalam dekade terakhir, industri mengalami perubahan menuju digitalisasi, karena itu big data menjadi salah satu perhatian utama dalam teknik industri. “Menyadari peran penting dari analisis big data, konferensi tahun ini menetapkannya sebagai topik utama,” tutur Ratna Sari Dwi.

Sementara itu, Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng., Rektor ITS dalam sambutannya juga menyampaikan, tema tersebut sesuai dengan kebutuhan pengembangan industri 4.0 dan tentunya menjadi fokus bagi departemen Teknik Sistem dan Industri sendiri.

“Topik tersebut juga telah menjadi perhatian bagi ITS yang saat ini sedang fokus dalam pengembangan digital teknologi mulai dari big data, sistem edukasi, sistem riset, dan lainnya,” terang Ashari sapaan Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng., Rektor ITS.

Ashari sangat mengapresiasi terselenggaranya konferensi ini yang dirasa sangat penting untuk mendukung perkembangan industri menuju industri 4.0. “Saya bangga dengan Departemen Teknik Sistem dan Industri yang secara konsisten menyelenggarakan konferensi seperti ini,” kata Ashari.

Ke depan, Ashari berharap konferensi terkait teknologi industri dapat terus terlaksana dan bisa menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi lain dalam skala lnternasional. “Semoga konferensi ini dapat menghadirkan gagasan dan penelitian baru mengenai pengembanagn teknologi industri untuk mewujudkan industri 4.0,” pungkas Ashari.(tok/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan Menjelang Exit Tol Gunungsari arah Satelit

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Kecelakaan Mobil di Raya Darmo

Surabaya
Kamis, 22 Oktober 2020
34o
Kurs