Minggu, 29 November 2020

Gubernur Afirmasi Enam Kasus Positif COVID-19 Pertama di Jatim

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur di Grahadi, Selasa (17/3/2020), mengafirmasi enam kasus positif COVID-19 pertama di Jatim hasil pemeriksaan spesimen di RS Unair. Foto: Denza suarasurabaya.net

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur di Grahadi, Selasa (17/3/2020), mengafirmasi enam kasus positif COVID-19 pertama di Jatim hasil pemeriksaan spesimen di RS Unair.

“Enam-enamnya dari Surabaya,” ujarnya. Dia lantas mengklarifikasi, “dari enam tadi, kebetulan enam-enamnya dari rumah sakit yang ada di Surabaya. Dari rumah sakit di Surabaya.”

Terkait asal pasien positif COVID-19, apakah warga Surabaya atau warga dari daerah lain di Jawa Timur, Khofifah minta untuk menanyakan itu ke Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Unair.

Enam pasien positif COVID-19 ini bagian dari 16 Pasien dalam Pemantauan (PDP) yang didata Pemprov Jatim. Sementara Orang dalam Pemantauan (ODP) di Jatim saat ini jumlahnya 25 orang.

Informasi ini sebelumnya sudah disampaikan Juru Bicara Pemerintah terkait penanganan COVID-19 Selasa siang. Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Unair juga sudah mengafirmasi.

Sementara, Khofifah menepis kabar adanya PDP positif COVID-19 yang meninggal di Malang. Menurutnya, hasil pemeriksaan spesimen dua pasien meninggal di Malang negatif.

Berkaitan kasus positif COVID-19 pertama di Jatim ini, Khofifah menyatakan bahwa kewaspadaan selama ini harus ditingkatkan. Dia pun langsung menggelar rapat.

Selasa malam ini Khofifah menggelar Rapat Koordinasi dengan Pengusaha, BUMD, dan BUMN di Jawa Timur, di Gedung Negara Grahadi berkaitan peningkatan kewaspadaan.

“Apa yang disampaikan dr Yuri (tentang enam positif COVID-19 di Jatim) adalah realitas dan fakta. Artinya kewaspadaan yang kita bangun harus lebih komprehensif lagi,” ujar Khofifah.

Dia mengajak warga Jawa Timur tetap tenang, karena menurutnya situasi sangat terkendali. Karena koordinasi dengan Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSUD dr Soetomo terus dilakukan.

“Titik-titik di mana yang harus di tracing (lacak) langsung saya koordinasikan dengan Tim Pinere RSUD Dr Soetomo. InsyaAllah kami akan bekerja sangat komprehensif,” katanya.(den)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Minggu, 29 November 2020
26o
Kurs