Selasa, 27 Oktober 2020

Inovasi Pemkab Banyuwangi untuk Menjaga Masyarakat Produktif dan Aman Selama Pandemi

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi menjadi narasumber diskusi virtual bertajuk Menjaga Masyarakat Produktif dan Aman di Masa Pandemi, Kamis (24/9/2020). Foto; Istimewa

Produktivitas masyarakat selama pandemi menjadi tumpuan dalam pemulihan ekonomi. Berbagai daerah dituntut melakukan inovasi dalam menjaga dan menggerakkan perekonomian daerah.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi jadi satu di antara daerah yang sudah melakukan langkah strategis di masa pandemi Covid-19.

Dalam diskusi “Menjaga Masyarakat Produktif dan Aman di Masa Pandemi” yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (24/9/2020), Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi yang hadir secara virtual mengatakan, salah satu yang menjadi sumber pendapatan daerahnya adalah sektor pariwisata.

Dalam menghadapi masa pandemi ini, pihaknya telah mengantisipasi dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait seperti pemilik destinasi, rumah makan dan industri lainnya.

Menurutnya, setelah pandemi, pola usaha dalam sektor pariwisata harus diubah. Kalau sebelumnya yang dijual adalah atraksi kegiatan-kegiatan wisata, setelah Covid-19 yang diutamakan adalah kesehatan dengan penerapan protokol dengan ketat.

“Sertifikasi restoran dan warung terus dikerjakan, termasuk sanksi kepada yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Karena Satpol PP terbatas, maka kami menetapkan semua dinas adalah Sat Pol PP, sehingga semua bisa menindak terhadap restoran dan warung yang tidak taat,” ungkap Azwar.

Para pemandu wisata juga diedukasi kembali terkait penerapan protokol kesehatan, sehingga bisa mengikuti perubahan pola usaha dalam sektor pariwisata.

Dalam menjual sektor pariwisata di Banyuwangi, pihaknya juga menerapkan digitalisasi marketing. Sehingga mempermudah wisatawan dalam berkunjung.

Walau demikian, Pemkab Banyuwangi memperketat datangnya wisatawan di pintu-pintu masuk dengan mewajibkan hasil rapid test Covid-19.

“Kalau sebelumnya wisatawan tidak dibatasi berkunjung ke Kawah Ijen, maka sekarang dibatasi, mereka bisa pesan melalui online. Apa yang kami kerjakan ini mendapat kepercayaan publik, sehingga survey Traveloka menempatkan Banyuwangi masuk 3 besar setelah Yogyakarta dan Bali. Padahal Banyuwangi tidak masuk prioritas,” jelasnya.

Kondisi saat ini pada weekend okupansi hotel sudah 90-100 persen. Beberapa hotel menawarkan konsep staycation, dengan menetap di hotel saja wisatawan sudah mendapatkan pemandangan yang indah.

Konsep-konsep itu terus dikembangkan dan Kemenko Maritim dan Investasi merekomendasikan Banyuwangi sebagai destinasi kegiatan pemerintahan.

“Rekomendasi ini sangat bermanfaat bagi perekonomian daerah,” pungkas Azwar Anas.(rid/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Selasa, 27 Oktober 2020
28o
Kurs