Selasa, 22 September 2020

IT Preneur Festival 2020 Ajak Pelajar Kenali IT Preneur

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
IT Preneur Festival 2020 digelar di Universitas Surabaya. Foto: Humas Ubaya

Maksimalkan teknologi informasi di masa pandemi Covid-19, program studi (Prodi) Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) gandeng Aliansi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia (Apvokasi) Jawa Timur gelar IT Preneur Festival 2020.

Event akbar pelajar se Jawa Timur digelar di Gedung Perpustakaan, Kampus Ubaya Tenggilis, Surabaya, dengan tema: Pelajar Jatim Unggul, Tangguh, Inovatif, dan Kreatif Songsong Era New Normal.

Mohammad Farid Naufal, S.Kom., M.Kom., Ketua Panitia IT Preneur Festival 2020 menyampaikan bahwa Ubaya memandang kegiatan ini sebagai upaya peningkatan entrepreneur berbasis teknologi informasi atau disebut IT Preneur atau Digital Preneur.

“Data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur menunjukkan lebih dari satu juta pelajar bersekolah di SMA/SMK/MA pada 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Jumlah ini adalah angka yang potensial digodok menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, khususnya di bidang teknologi informasi,” terang Naufal, sapaan Mohammad Farid Naufal, S.Kom., M.Kom., Dosen Prodi Teknik Informatika Ubaya.

IT Preneur Festival 2020 digelar dengan serangkaian acara, diantaranya talk show dan workshop yang dijadwalkan dilaksanakan mulai Senin (10/8/2020) sampai dengan Selasa (25/8/2020) di kampus Universitas Surabaya (Ubaya).

Dijadwalkan talk show puncak acara IT Preneur Festival 2020 adalah Business Plan Competition (BPC), juga lomba pembuatan business plan bagi pelajar SMA/SMK/MA se Jawa Timur dan babak final pada Selasa (8/9/2020). “Semuanya berlangsung secara daring (online). Diharapkan melalui event ini muncul semangat IT Preneur bagi para pelajar di Jawa Timur,” tambah Naufal.

Peresmian kegiatan IT Preneur Festival 2020 ini dihadiri Dr. Kurniawan Harry P, S.T., MM. selaku Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Jamhadi, MBA., selaku Ketua Apvokasi Jawa Timur dan Ir. Benny Lianto, MMBAT., Rektor Universitas Surabaya (Ubaya).

Dr. Kurniawan Harry P, S.T., MM. , Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, mengungkapkan jika Revolusi Industri 4.0 sudah merambah di setiap kehidupan manusia. Industri diharapkan semakin efisien. Namun, ada risiko SDM diganti mesin atau robot.

Hal ini disebabkan karena teknologi 4.0 menerapkan teknologi cerdas berbasis TI (Teknologi Informasi) yang mempengaruhi pelbagai bidang kehidupan manusia. Dan sesuai dengan data BPS Jatim pada Triwulan II tahun 2020, Jatim merupakan peringkat dua penyumbang perekonomian terbesar di Pulau Jawa dengan kontribusi 24,93 persen.

“Pertumbuhan ekonomi terbesar Jatim adalah pada bidang informasi dan komunikasi. Artinya, Jatim siap menyongsong era 4.0. Bidang ini menyumbang 10,39 persen, berkontribusi terbesar. Disusul oleh jasa kesehatan dan kegiatan sosial serta ketiga baru pertanian. Ini juga berarti peluang kerja pada bidang TI masih terbuka luas,” ungkap Kurniawan Harry.

Di Jawa Timur, lanjut Kurniawan Harry pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat besar. TI bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan UMKM. Melalui TI maka proses produksi, promosi, serta distribusi dapat dipercepat dan dibuat seefisien mungkin.

“Kami tentu saja memberikan apresiasi khusus pada Universitas Surabaya dan Apvokasi Jawa Timur yang menggelar IT Preneur Festival 2020 dalam menyongsong new normal. Semoga upaya ini berdampak positif terhadap masyarakat Jawa Timur khususnya pada para pelajar,” tambah Kurniawan Harry.

Ir. Benny Lianto, MMBAT., Rektor Universitas Surabaya menyampaikan bahwa kerjasama antara program studi Teknik Informatika Ubaya dengan Apvokasi Jawa Timur ini, menjadi sebuah kekuatan penting pada proses bisnis sekaligus konektivitas industri saat ini.

“Teknologi informasi memang akan menjadi kekuatan penting membentuk SDM unggul, karena berbagai proses bisnis dan konektivitas industri saat ini sangat bergantung dengan sistem informasi berbasis komputer. Para pelajar harus bisa menangkap peluang ini. Situasi pandemi yang mensyaratkan lebih sedikit kontak fisik (less contact) memang jadi hambatan dan sekaligus membuka peluang,” terang Benny Lianto.

Pada kesempatan ini, Ubaya juga mengagas upaya mencetak sejuta IT Preneur dan Creative Preneur, didorong potensi ekonomi digital yang sangat besar. Di masa pandemi ini e-dagang tumbuh pesat dengan rata-rata naik 20 persen per bulan dan meningkat sebesar Rp 36 triliun per April 2020. “Ini kerja besar yang bisa terwujud dengan melakukan sinergi pelbagai pihak,” pungkas Benny Lianto.(tok/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Meinara Iman Dwihartanto

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Selasa, 22 September 2020
31o
Kurs