Kamis, 25 Februari 2021

Kasus Positif di Surabaya Bagian dari Pemantauan ODP-PDP

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Ilustrasi. Rapid test pengunjung cafe. Foto: Humas Pemkot Surabaya

M. Fikser Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya mengatakan, peningkatan jumlah kasus positif dalam dua hari ini merupakan bagian dari jumlah orang yang dalam kategori ODP dan PDP selama ini.

“Di Surabaya kasus positif ini sudah dalam pantauan. Ada tahapan ODP dan PDP. Memang konfirmasi positif tinggi tapi ODP dan PDP berkurang. Ada juga yang sembuh. Jadi, selama ini sudah dalam penanganan,” katanya, Selasa (14/4/2020).

Maka dari itu, kata Fikser, segala upaya mengunci kawasan yang pernah menjadi kontak kasus positif terus dilakukan. Sekarang ini sudah ada 3 pasar yang harus ditutup sebagai upaya mengadang persebaran virus agar tidak meluas.

“Di Pasar PPI itu bukan karena di pasarnya tapi ada seseorang yang tinggal dekat pasar, maka kita tutup sebagai lokalisir. Kalau dilacak ternyata juga habis dari luar kota. Di Kapasan itu Kepala pasarnya. Karena sudah berkontak dengan 15 orang pengurus dan bersentuhan dengan para pedagang maka diambil kebijakan lockdown. Lalu di PGS juga demikian,” kata Fikser.

Namun, Fikser belum bisa menjelaskan data klaster mana yang menjadi penyumbang terbanyak kasus positif di Surabaya.

Sementara itu, untuk pencegahan meluasnya Covid-19 Pemkot mengimbau agar pengurus RT/RW membuat protokol dan pemberlakuan satu pintu. Artinya harus ada penutupan gang yang sekiranya mengakibatkan padatnya mobilitas orang.

“Kami meminta pengurus RT/RW dan Warga agar membuat akses satu pintu dengan menutup akses gang yang berpotensi kepadatan mobilitas. Agar ada petugas untuk melakukan pemeriksaan kepada orang yang masuk,” katanya.

Imbauan itu sesuai surat edaran Wali Kota tentang protokol pengendalian mobilitas penduduk yang dikirimkan kepada Ketua RT, pengelola apartemen, pengelola rumah kos, dan pengurus REI Jawa Timur.

“Kami minta agar warga mematuhi imbauan pemkot, pemprov dan pemerintah pusat untuk tetap di rumah,” katanya.

Sekadar diketahui, data kasus positif perhari ini sebanyak 208 orang (sembuh 29 dan 20 orang meninggal), PDP 523 orang (146 sembuh dan 2 orang meninggal), dan ODP 1.398 (893 dipantau dan 505 selesai dipantau). (bid/ang/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Sungai di Jemursari

Truk Tabrak Rumah di Purwosari

Penambalan Jalan di Kletek

Operasi Sidoresik di Gedangan

Surabaya
Kamis, 25 Februari 2021
25o
Kurs