Kamis, 1 Oktober 2020

Khofifah: Alhamdulilah, Empat Wilayah Jatim Sudah Berstatus Zona Kuning

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim pada konferensi pers di Gedung Negara Grahadi pada Minggu (7/6/2020) malam. Foto: Istimewa

Upaya penekanan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur kembali memberikan hasil positif. Per hari Minggu (7/6/2020) malam, tercatat Kabupaten Lumajang, Kabupaten Ngawi, Kota Blitar dan Kota Madiun, telah berstatus zona kuning dari sebelumnya zona merah.

“Dari 38 Kab/Kota di Jawa Timur, alhamdulilah yang sudah masuk kategori resiko rendah atau sudah masuk kategori zona kuning ada empat yaitu Kabupaten Ngawi, Kabupaten Lumajang, kota Madiun dan Kota Blitar,” kata Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim pada konferensi pers di Gedung Negara Grahadi pada Minggu (7/6/2020) malam.

Gubernur Khofifah menjelaskan, Zona Kuning atau zona berisiko rendah ini merupakan wilayah-wilayah yang dalam dua minggu terakhir terjadi penurunan kasus konfirmasi positif Covid-19, PDP, ODP dan kematian hingga 50%. Selain itu, terjadi penurunan jumlah kasus konfirmasi positif, PDP dan ODP yang dirawat di Rumah Sakit sehingga kapasitas Rumah Sakit masih lebih dari cukup.

Sedangkan untuk pemetaan metode baru ini, orang nomor satu Jatim ini menyebut bahwa telah mengacu pada 10 indikator dari Gugus Tugas Pusat dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

“Jadi ini merupakan mekanisme yang merupakan pemetaan dari Gugus Tugas Pusat,” imbuh Gubernur perempuan pertama Jatim ini.

Sebagai informasi, sesuai dengan 10 Indikator yang ditetapkan Gugus Tugas Pusat dan BNPB, Resiko Kenaikan Kasus Covid-19 terbagi menjadi empat. Zona merah (risiko tinggi), zona oranye (risiko sedang), zona kuning (risiko rendah) dan zona hijau (tidak terdampak).

Untuk Jawa Timur sendiri, tercatat 4 wilayah berstatus zona kuning, 18 wilayah kategori zona oranye dan 16 wilayah masih berstatus zona merah.

Dengan terus membaiknya kondisi pencegahan penyebaran Covid-19 ini, dirinya berharap agar wilayah lain pun bisa segera berstatus zona kuning bahkan hijau. Bahkan, tak hanya menjadi zona kuning atau beresiko rendah, jika nantinya di wilayah-wilayah tersebut sudah tidak ditemukan ODP maupun PDP, maka akan meningkat statusnya menjadi zona hijau atau zona tidak terdampak.

“Mudah-mudahan ini terus membaik setelah kuning tidak ada ODP tidak ada PDP maka akan menjadi zona hijau atau zona yang tidak terdampak,” ungkapnya optimis.

Sementara itu, perkembangan tentang Covid-19 di Jawa Timur per hari Minggu (7/6/2020), masih mengalami peningkatan sebanyak 105 orang. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Jawa Timur telah mencapai angka 5.940 orang dengan 3.876 di antaranya masih dalam perawatan.

Sedangkan angka kesembuhan di Jatim terus menunjukkan tren positif tiap harinya. Per hari Minggu (7/6/2020), tercatat 90 orang pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sehingga, jumlah pasien sembuh total mencapai 1.499 orang atau setara dengan 25,24 persen. Sementara pasien meninggal bertambah 19 orang, sehingga total kasus kematian terjadi di Jawa Timur akibat Covid-19 menjadi 502 orang atau setara dengan 8,45 persen. Sedangkan untuk jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebanyak 7.343 orang. Dan ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 25.516 orang. Serta kasus Orang Tanpa Gejala mencapai 20.489 orang.(iss)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Kamis, 1 Oktober 2020
29o
Kurs