Rabu, 25 November 2020

Khofifah Mengajak Warga Jatim Memilih Liburan yang Aman

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur saat meresmikan Arena Wisata Edukasi Berkuda dan Panahan di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kab. Sidoarjo, Sabtu (24/10/2020). Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa mengajak warga Jawa Timur memilih destinasi yang aman dan nyaman selama libur panjang dalam waktu dekat ini. Caranya dengan tidak usah mengajak keluarga yang punya komorbid maupun lansia.

Khofifah mengklaim, selama sebulan terakhir, penanganan Covid-19 di Jatim menunjukkan kemajuan signifikan. Tak hanya sudah bebas Zona Merah, 50 persen kabupaten/kota di Jatim sudah menjadi zona kuning.

Kasus aktif Covid-19 menurutnya juga menurun. Sampai Jumat (23/10/2020), kasus aktif tercatat 2.374 orang atau setara dengan 4,71 persen. Di tengah masifnya testing positivity rate Jatim juga turun menjadi 7 persen dari sebelumnya 31 persen pada Juli.

Namun, Khofifah tetap mewanti-wanti, penyebaran Covid-19 belum benar-benar berakhir dan bisa meningkat sewaktu-waktu. Karena itu dia meminta masyarakat tetap waspada meski tidak melarang warga berwisata.

“Terima kasih kepada warga Jawa Timur, dua bulan terakhir makin patuh protokol kesehatan sehingga kasus Covid-19 makin turun. Tetapi kita jangan lengah supaya tidak terjadi lonjakan kasus,” kata Khofifah di Kota Batu.

Kepada masyarakat, dia menyarankan agar tempat wisata yang dituju adalah tempat wisata alam atau buatan yang terbuka atau out door. Dia minta keluarga dengan resiko tinggi, baik komorbid maupun lansia, sementara tidak diajak.

“Meski tidak dilarang (berlibur atau bepergian ke luar kota) karena pariwisata sudah dibuka, tapi lebih baik menghindari kerumunan dengan berinteraksi di dekat rumah saja,” kata Gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Bukan tanpa alasan, Khofifah mengingatkan hal itu berkaca dari pengalaman sebelumnya. Jatim pernah mengalami lonjakan kasus Covid-19 sekitar Juni lalu, khususnya di beberapa Kabupaten yang menjadi destinasi mudik.

Untuk menghindari hal serupa kembali terjadi, Khofifah menganjurkan masyarakat untuk meminimalkan perjalanan sekaligus memastikan bahwa protokol kesehatan benar-benar diterapkan secara ketat.

“Apabila memang ingin ke luar kota, pastikan betul kita aman dengan tes lebih dahulu, sehingga yakin dalam keadaan sehat. Jangan sampai kita menulari ibu, bapak, kakek, nenek maupun saudara di daerah,” katanya.

Khofifah juga mengingatkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di lingkungan kabupaten/kota juga kecamatan, kelurahan, dan desa. Bahkan RT/RW agar lebih mengoptimalkan fungsi dan peran kampung tangguh.

“Jatim ini, Alhamdulillah, sudah punya ribuan kampung tangguh yang siap screening pemudik untuk mencegah penyebaran Covid-19. Saya harap kampung tangguh bisa lebih optimal di masa libur panjang ini,” katanya optimistis.

Soal destinasi wisata yang sudah dibuka, Khofifah memastikan bahwa sebagian destinasi utama tujuan wisata di Jatim sudah menerapkan kapasitas maksimal pengunjung 50 persen dari total daya tampung tempat wisata.

“Pastikan wisata tersebut aman dari kerumunan. Batasi jumlah pengunjung maksimal 50 persen dan pastikan wisata itu dilakukan secara outdoor atau dengan ventilasi yang cukup,” pesannya kepada pengelola wisata.(den/iss)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Rabu, 25 November 2020
Kurs