Selasa, 7 Desember 2021

Reisa Rekomendasikan Staycation buat Masyarakat Mengisi Waktu Liburan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Reisa Broto Asmoro Juru Bicara Satgas Covid-19. Foto: Istimewa

Momen libur panjang biasa dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur ke tempat-tempat wisata di berbagai daerah.

Jelang libur panjang akhir bulan ini, 28 Oktober sampai 1 November 2020, pemerintah mengingatkan masyarakat yang akan berlibur untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Reisa Broto Asmoro Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan, masa pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga masih ada potensi penularan.

Tapi, Dokter Reisa punya rekomendasi untuk masyarakat yang ingin mengisi waktu liburan panjang pekan depan, yaitu berlibur di rumah atau istilahnya stay vacation (staycation).

Staycation, kata Reisa, bisa jadi pilihan terbaik karena relatif lebih aman, bisa melibatkan seluruh anggota keluarga, dan masyarakat bisa mengendalikan lingkungan tempat tinggalnya.

Selain itu, staycation membuka kesempatan masyarakat menjalankan protokol kesehatan keluarga yang disusun Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Antara lain, membersihkan rumah tinggal dengan disinfektan, menjaga peredaran udara yang sehat dengan membuka ventilasi, dan membiarkan sinar matahari masuk.

Walau berlibur di rumah, Reisa yakin tidak akan kalah seru dengan liburan di luar rumah. Dia bilang, banyak hal yang bisa dilakukan, seperti tur virtual ke tempat-tempat wisata semisal museum, memanfaatkan internet untuk menonton konser musik, film atau membuat permainan seru bersama anggota keluarga, bahkan olahraga bersama.

“Berlibur itu baik untuk kesehatan psikologis. Tapi, tidak mengurangi tanggung jawa melindungi diri dan orang lain dari risiko Covid-19. Sikap bertanggung jawab juga baik untuk kesehatan mental, melindungi diri artinya melindungi orang lain juga dan pada akhirnya melindungi Indonesia,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Khusus olahraga, Reisa menyebut kegiatan itu bisa jadi opsi terbaik, sesuai pedoman Kementerian Pemuda dan Olahraga. Contohnya, Yoga, senam atau melakukan peregangan tubuh, dan angkat beban.

Tapi, kalau masyarakat memutuskan untuk berolahraga di luar rumah, Reisa mengingatkan untuk memperhatikan intensitasnya. Untuk intensitas ringan, Satgas Covid-19 menyarankan masyarakat tetap memakai masker dan menjaga jarak aman.

Sementara itu, untuk masyarakat yang bepergian ke luar kota, pemerintah mengimbau untuk memilih moda transportasi yang menerapkan protokol kesehatan ketat, seperti maskapai penerbangan atau kereta api.

Untuk masyarakat pengguna transportasi umum, penting untuk memastikan jadwal keberangkatan untuk menghindari kerumunan atau antrean panjang.

Di dalam angkutan, penumpang wajib memakai masker, menghindari makan/minum, atau mengobrol dengan durasi yang lama dengan penumpang lain.

Lebih lanjut, untuk masyarakat yang bepergian dan menginap, Satgas Covid-19 juga merekomendasikan hotel atau akomodasi yang disiplin menerapkan protokol kesehatan dan sanitasi.

Terkait hal itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kata Reisa, sudah meminta berbagai destinasi wisata menerapkan prinsip Cleanlines, Health, Safety and Environment sustainability, atau bersih, sehat dan aman dari ancaman Covid-19, dan tetap ramah lingkungan.

Lalu, untuk masyarakat yang bekerja di luar rumah selama masa libur panjang, Reisa mengimbau tetap menerapkan protokol kesehatan. Sedangkan perusahaan wajib melaporkan karyawannya yang pergi ke luar kota. (rid/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
30o
Kurs