Rabu, 5 Agustus 2020
Hari Anti Narkoba Internasional

Khofifah Wanti-Wanti Generasi Muda Bahaya Metamorfosis Narkoba

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur. Foto : Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mewanti-wanti generasi muda Jatim untuk tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Terlebih, menurut Khofifah, saat ini narkoba telah bermetamorfosis dalam berbagai bentuk.

“Mereka melakukan itu untuk mengelabui aparat. Mereka mengubah bentuk narkoba, mengemasnya dalam bentuk lain. Tidak lagi pil atau bubuk. Bahkan ada yang dalam bentuk makanan dan mainan. Mereka membuat pengonsumsinya ketergantungan,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2020).

Khofifah mengatakan, pengedar narkoba semakin pintar mengemas barang haram tersebut. Penyusupan narkoba ke dalam makanan dan jajanan anak merupakan salah satu bentuk metamorfosis narkoba yang harus diwaspadai seluruh masyarakat.

Maka dari itu, dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tahun 2020 ini, Khofifah juga memperingatkan orangtua untuk lebih peduli dan hati-hati lantaran saat ini narkoba mengincar anak-anak. Dibeberapa tempat ditemukan narkoba berbentuk jajanan anak-anak bahkan TK dan PAUD.

“Perlu kewaspadaan orangtua untuk selalu cek and ricek anaknya sedang di mana, bergaul dengan siapa, dan yang penting Komunikasi antara orangtua dan anak harus lebih dekat dan harmonis,” ujarnya melalui siaran pers.

Khofifah menyampaikan bahwa seseorang yang menyalahgunakan narkoba, banyak diantaranya disebabkan oleh masalah keluarga dan kurangnya perhatian orangtua.

“Situasi ini menjadi keprihatinan kita bersama. Keluarga adalah benteng utama menghindari pengalahgunaan narkoba,” imbuhnya.(iss/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Radityo Jufriansah

Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Kerikil Berserakan, Lalu Lintas Macet

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Surabaya
Rabu, 5 Agustus 2020
26o
Kurs