Minggu, 5 Juli 2020

Laboratorium Uji Covid-19 BBTKLPP Surabaya Diproyeksikan Bisa Terima 500 Spesimen Per Hari

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Konferensi Pers Publikasi Hasil Epidemiologi Jawa Timur di Kantor Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya pada Sabtu (30/5/2020). Foto : Baskoro suarasurabaya.net

Laboratorium uji Covid-19 di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya diproyeksikan bisa terima 500 spesimen swap test setiap harinya.

dr Teguh Mubawadi Ahli Mikrobiologi BBTKLPP Surabaya mengatakan, saat ini laboratorium di balai ini sudah bisa menerima sampai 350 spesimen setiap harinya. Hal ini, kata dr Teguh penting untuk bisa melakukan deteksi dini kasus Covid-19 di masyarakat.

“Ke depan kita akan tingkatkan lagi mencapai 500 sehingga diharapkan dari hasil yang dikeluarkan bisa melakukan deteksi dini lebih awal kasus di masyarakat sehingga pihak terkait semisal Dinkes di provinsi dan kota/kabupaten bisa melakukan surveillance lebih ketat di daerah untuk mencegah terjadinya penularan,” ujar dr Teguh pada Konferensi Pers Publikasi Hasil Epidemiologi Jawa Timur di Kantor BBTKLPP Surabaya pada Sabtu (30/5/2020).

Di sisi lain, Dr. Yudied Agung Mirasa Ahli Epidemiologi BBTKLPP Surabaya mengatakan, testing menjadi salah satu hal penting menekan penyebaran kasus Covid-19 di masyarakat selain tracing dan treatment.

Saat ini, ada 16 laboratorium penguji Covid-19 di Jawa Timur. Ia mengaku, kapasitas tes masih terbatas untuk ukuran Jawa Timur. Belum lagi, saat ini ITD Unair sebagai salah satu lab uji di Jatim untuk sementara belum beroperasi.

Ia mengatakan, kedepannya, lompatan-lompatan jumlah kapasitas uji di laboratorium harus dilakukan. Ia mengatakan, adanya mobil tes PCR yang saat ini masuk ke Jatim juga penting untuk membantu menemukan sebanyak mungkin kasus di masyarakat. Ia mengatakan, saat ini kapasitas tes di Jatim sekitar seribu lebih.

“Kasus tinggi ada dua, (bisa) karena tes dan tracing yang bagus. Ada juga karena kasus tinggi berkali-kali dan tidak turun, logikanya penularan di masyarakat masih berlangsung,” pungkasnya. (bas/iss)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Rahmat Wahyu Robbani

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Tabrak Pohon

Jangan Sembarangan Main Layang-Layang, Guys

Truk Mogok di Simpang 3 Boboh

Kecelakaan Truk di Tol

Surabaya
Minggu, 5 Juli 2020
30o
Kurs