Sabtu, 28 Januari 2023

Lebih dari 200 Santri Al-Fatah Temboro Jalani Rapid Test

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Kohar Hari Santoso Ketua Gugus Tracing Penanganan Covid-19 Jatim di Grahadi, Selasa (21/4/2020). Foto: Denza

Tim tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim bersama Gugus Tugas Covid-19 Magetan, dibantu tenaga medis RSUD dr Soedono, Madiun, melakukan rapid test terhadap 200-an santri Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, Selasa (21/4/2020).

Kohar Hari Santoso Ketua Gugus Tugas Tracing Covid-19 Jatim memimpin pelaksanaan tracing di asrama khusus santri asal luar negeri. Mayoritas penghuni asrama di lingkungan Ponpes Al-Fatah itu adalah santri asal Malaysia.

Kohar menjelaskan, dari total 22 ribu santri di Ponpes Al-Fatah, masih ada 5 ribu santri baik yang berasal dari luar negeri maupun di dalam negeri yang sampai sekarang masih bertahan di asrama itu.

Dia belum bisa menyampaikan hasil rapid test itu karena penanganan di Ponpes belum tuntas dilakukan. Masih tersisa sekitar 4.800 orang santri di Ponpes itu yang kemungkinan perlu dites cepat.

“Kami selesaikan dulu semua. Karena enggak gampang, pakai baju astronot itu gerah. Kami mulai itu jam 09.00 WIB pagi sampai Ashar (sekitar pukul 14.40 WIB), itu sudah tidak betah,” ujarnya.

Perlu diketahui, pemeriksaan terhadap sejumlah santri Ponpes Al-Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Magetan ini dilakukan karena ada 43 santri asal Malaysia yang sudah pulang ke negaranya, beberapa waktu lalu, terdeteksi positif Covid-19.

Khofifah Gubernur Jawa Timur, kemarin, Senin (20/4/2020), menugaskan dr Kohar bersama tujuh orang Tim Tracing dari Surabaya bertolak ke Magetan. Tim itu membawa 1.200 alat rapid test dan 2.000 paket APD.

Selain melakukan rapid tes, tim tracing gabungan yang berjumlah 40 orang itu juga melakukan wawancara terhadap orang-orang yang terindikasi pernah kontak dengan santri positif Covid-19 asal Malaysia.

Kohar menegaskan, tracing masih akan terus dilakukan bergantung kebutuhan. Dia memungkinkan, tidak semua santri (dia bilang masih ada 800-an santri asal Malaysia di sana) yang akan menjalani rapid test.

“Kami sedang pelajari dan perdalam lebih jauh kasus ini. Kami kelompokkan santri berdasarkan tingkat risikonya. Tadi ada yang mengeluhkan gejala ringan, sudah kami kelompokkan sendiri, Alhamdulillah tidak ada yang sakit dengan gejala klinis berat,” ujarnya.

Kohar juga mengatakan, timnya akan melakukan pendalaman terhadap asal penularan santri Malaysia itu. Karena sebelumnya memang sudah ada warga di sekitar Ponpes Al-Fatah yang dinyatakan positif Covid-19 dan sampai sekarang dirawat di RSUD dr Soedono Madiun.

Sebelumnya, Suprawoto Bupati Magetan sudah memutuskan penutupan sementara akses ke Ponpes Al-Fatah Temboro berkaitan adanya potensi klaster penularan Covid-19 baru di Magetan dari area tersebut.

Ada sebanyak 120 kepala keluarga di sekitar area Ponpes itu yang diminta untuk menerapkan physical distancing secara ketat dan diimbau tidak keluar rumah. Bupati Suprawoto menjamin semua kebutuhan hidup mereka terpenuhi.(den/ipg)

Berita Terkait