Jumat, 30 September 2022

Taman Budaya Jawa Timur Terus Cari Format Pementasan Terbaik

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya tampil dalam seni pertunjukan bersama Cak Kartolo di Surabaya beberapa waktu yang lalu. Foto: Istimewa

Pertunjukan live streaming seni budaya yang digelar Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) diminati masyarakat. Meski begitu, TBJT terus mengeksplorasi format pertunjukan terbaik yang digemari masyarakat.

“Beberapa kali pementasan live streaming memang diminati masyarakat. Termasuk yang terakhir, pentas Airlangga juga banyak penontonnya. Jika dibanding streaming biasa, yang live streaming lebih diminati,” terang Hario Widyoseno Kepala Sie (Kasie) Penyajian Taman Budaya Jawa Timur (TBJT), Rabu (2/12/2020).

Ditambahkan Hario banyaknya atau antusiasme masyarakat penonton pada pentas live streaming tersebut bisa jadi indikator kangennya masyarakat untuk menonton secara langsung pertunjukan seperti sebelum masa pandemi Covid-19.

Secara rutin, lanjut Hario pihaknya memang menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya di TBJT. Mulai dari yang tradisional hingga yang modern. Dari Jawa, Sumatera, dan hampir seluruh wilayah Indonesia.

“Karena pandemi Covid-19, maka semua bentuk pementasan berubah format menjadi pertunjukan virtual atau daring menggunakan internet. Penonton tidak bisa lagi datang ke Cak Durasim atau ke pendopo menonton pertunjukan. Pementasan dirubah streaming, ” tambah Hario.

Dari sejumlah pementasan secara daring ternyata memang ada temuan baru yang memang wajib dikembangkan. Misalnya saja pertunjukan live streaming ternyata diminati, bahkan beberapa kali penyelenggara membatasi penonton.

“Kami juga masih terus melakukan kajian. Bagaimana kemasan tontonan streaming itu diminati. Kalau live streaming banyak penontonnya, bagaimana dengan streaming biasa? Kami terus mencari format terbaik, ” tegas Hario.

Pertunjukan yang biasanya menggunakan penonton untuk saling mensupport seperti pentas dagelan, dalam kemasan streaming diakui Hario jadi kehilangan keseruannya. Interaksi dengan penonton tidak lagi ditemukan.

“Hal-hal semacam itu agak sulit ditemukan solusinya. Pertunjukan yang melibatkan penonton langsung jadi terkendala. Karena streaming dapat ditonton dari rumah atau lewat gadget, tanpa hadir di gedung pertunjukan,” pungkas Hario.

Format terbaik agar penonton bertahan sampai akhir pertunjukan usai lewat kanal streaming memang harus terus dicari sebagai bagian eksplorasi di masa pandemi ini. (tok/dfn/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Surabaya
Jumat, 30 September 2022
26o
Kurs