Selasa, 24 November 2020

Masyarakat Bisa Gunakan Masker Kain dan Jaga Jarak untuk Cegah Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi. Foto: iStock

Erlina Burhan Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, Jakarta, menyatakan, masyarakat bisa menggunakan masker kain di tempat umum untuk mencegah penularan Covid-19.

Tapi, pengguna masker kain perlu menjaga jarak sekitar satu sampai dua meter dengan orang lain, untuk meminimalisir risiko penularan.

Menurut Erlina, penggunaan masker kain adalah pilihan terakhir. Karena, masker kain kurang efektif untuk mencegah penularan Virus Corona penyebab Covid-19

“Masker kain tidak bisa memproteksi masuknya semua partikel, dan tidak disarankan bagi tenaga medis. Sekitar 40 sampai 90 persen partikel bisa menembus masker kain. Idealnya, masker kain dikombinasikan dengan penutup wajah,” ujarnya dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2020).

Juru Bicara Tim Dokter Pasien Covid-19 RSUP Persahabatan menjelaskan, ada sejumlah mekanisme penularan Virus Corona, di antaranya melalui droplet.

Masker kain, lanjut Erlina, memang memiliki perlindungan dari droplet walau tidak maksimal. Tingkat perlindungan bagi partikel droplet ukuran tiga mikron hanya 10 sampai 60 persen.

“Masker kain, perlindungan terhadap droplet ada, tapi tidak ada perlindungan terhadap aerosol atau partikel kecil yang airborne (terbawa udara). Jadi masih tergolong tinggi risiko penularannya,” tegasnya.

Sementara masker bedah, efektif mencegah partikel airbone ukuran 0,1 mikron dari 30 sampai 95 persen. Tapi, tetap ada kelemahannya, yaitu tidak bisa menutupi permukaan wajah secara sempurna terutama di sisi samping kiri dan kanan masker.

“Kelemahan lainnya, makser bedah hanya bisa digunakan sekali saja. Sesudah dipakai, harus dibuang,” katanya.

Kemudian, Erlina menyebut, masker N95 tingkat efektivitas pencegahan penularan mencapai 95 persen. Sayangnya, masker itu tidak boleh dipakai sembarang orang dan menjadi protokol wajib tenaga kesehatan yang harus kontak langsung dengan pasien penderita.

“Masker N95 mempunyai proteksi yang baik untuk droplet dan juga memiliki proteksi aerosol. Makanya dianjurkan untuk tenaga medis, bukan masyarakat, dan efektivitasnya cukup tinggi, partikel ukuran 0,1 mikron aerosol sampai 95 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Erlina menegaskan, orang yang wajib menggunakan masker bedah adalah orang sakit dan tenaga medis. Sedangkan masyarakat sehat boleh menggunakan masker bedah kalau keluar rumah atau merawat orang sakit.

“Kalau orang sehat memborong dan memakai masker bedah, maka ketersediaan masker tidak ada lagi untuk tenaga kesehatan mau pun orang sakit, dan itu berbahaya kalau orang sakit tidak ada akses terhadap masker. Bisa jadi orang sakit itu jadi sumber penularan kita semua,” tandasnya.(rid/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Serikat Pekerja Demo di Surabaya

Surabaya
Selasa, 24 November 2020
29o
Kurs