Jumat, 22 Oktober 2021

“Mata Najwa” Jadi Talkshow Berita Terbaik dalam Anugerah KPI 2020

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Program talkshow Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab edisi "Di Balik Aksi Demonstrasi" pada 4 November 2020 lalu. Foto: Instagram/matanajwa

Komisi Penyiaran Indonesia menempatkan program televisi Mata Najwa sebagai peraih penghargaan program talkshow berita terbaik dalam Anugerah KPI 2020 yang diselenggarakan di auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Program lembaga penyiaran Trans 7 yang dipandu Najwa Shihab itu mengalahkan unggulan lain, yaitu Dua Sisi (TV One), CNN Good Morning (Trans TV), Indonesia Town Hall (Metro TV), dan Sapa Indonesia Akhir Pekan (Kompas TV).

“Untuk pemenang kategori ‘talkshow’ berita Anugerah KPI 2020 jatuh kepada Mata Najwa Trans 7. Selamat kepada Mata Najwa Trans 7,” kata pemandu acara, Tasya Syarief, yang bertugas membacakan daftar unggulan Anugerah KPI 2020 kategori itu.

Mata Najwa menjadi satu dari tiga penghargaan paling bergengsi dari KPI yang diterima Trans 7.

Sebelumnya, Trans 7 juga meraih penghargaan Anugerah KPI 2020 untuk kategori program anak dan program animasi.

Untuk pemenang kategori program anak Anugerah KPI 2020 diraih oleh Si Bolang, sedangkan untuk kategori program animasi Anugerah KPI 2020 diraih Petualangan Si Unyil.

Anugerah yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini diberikan kepada lembaga penyiaran dan tokoh di bidang penyiaran atas kerja keras dan komitmennya dalam membuat dan menyuguhkan program-program siaran yang baik, berkualitas, mendidik sekaligus menghibur.

“Kami juga memberikan penghargaan kepada kepala daerah inspirasi penyiaran,” ujar Mulyo Hadi Purnomo Wakil Ketua KPI Pusat seperti yang dilansir Antara.

Mulyo mengatakan pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat memicu kreativitas lembaga penyiaran untuk tetap menghadirkan tayangan berkualitas baik yang memiliki rating tinggi dari pemirsa meski Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19.

“Kami memahami betul, teman-teman lembaga penyiaran begitu kesulitan untuk bisa berproduksi. Tetapi tugas dan tanggung jawab sebagai broadcaster, sebagai orang-orang kreatif harus terus dijalankan. Dan karena itu, mereka bekerja dengan penuh was-was. Di situlah ujian yang sangat luar biasa berat dan terima kasih untuk lembaga penyiaran,” kata dia.(ant/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Jumat, 22 Oktober 2021
34o
Kurs