Minggu, 24 Januari 2021

Menristek: Bioteknologi Punya Peran Penting di Masa Depan

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro Menristek saat memberikan sambutan tentang pentingnya ulmu Bioteknologi di masa depan, saat hadir di kampus Ubaya. Foto: Humas Ubaya

Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro Menristek menegaskan bahwa ilmu masa depan tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi era 4.0 atau digital tetapi juga ilmu Bioteknologi.

Menristek berharap Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya) tidak berpaku pada Iptek saja tetapi juga mampu mengembangkan obat dan energi dari keanekaragaman hayati Indonesia.

“Saat ini prioritas kita yang berkaitan dengan ilmu Bioteknologi adalah bisa melahirkan inovasi obat masa depan yaitu obat modern asli Indonesia. Sejauh ini bahan obat 95% berasal dari bahan impor. Obat masa depan tidak hanya berasal dari darat tetapi juga bisa berasal dari laut. Semua ini butuh stamina, semangat riset dan kesabaran untuk menghasilkan obat modern asli Indonesia, ” terang Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.

Menristek, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph.D., Jumat (4/12/2020) secara khusus hadir di kampus Ubaya dalam rangka meresmikan gedung baru Fakultas Teknobiologi, didampingi Ir. Benny Lianto, MMBAT Rektor Ubaya dan Anton Prijatno, SH., Ketua Yayasan Universitas Surabaya di kampus Ubaya Tenggilis.

Benny Lianto menyampaikan guna mendukung program pemerintah khususnya Kemenristek, Ubaya meresmikan gedung baru Fakultas Teknobiologi yang nantinya akan menjadi Pusat Riset dan Pengembangan Produk Bioteknologi. Tidak hanya berhenti pada kegiatan riset saja, Ubaya ingin menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dapat terus menciptakan inovasi dan bisa mengimplementasikan penelitian dosen menjadi bermanfaat bagi masyarakat luas. “Ini semua adalah sebuah inisiatif dan dedikasi dari Ubaya untuk kepentingan pengembangan riset bagi masa depan Indonesia, ” kata Benny Lianto.

Pada kesempatan itu, Benny Lianto memperkenalkan aplikasi Onthel yaitu platform baru jasa layanan pengiriman barang ramah lingkungan (eco friendly delivery service) menggunakan sepeda pertama di Surabaya.

Menristek didampingi jajaran petinggi Ubaya berkeliling melihat hasil produk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta karya dosen dari Laboratorium FTb Ubaya. Satu diantara karya dosen FTb yaitu penelitian kultur jaringan dan budidaya ginseng hasil kerjasama Ubaya, PT Kalbe Farma Tbk melalui anak perusahaan PT Bintang Toedjoe, dan Hanbang Bio Korea Selatan (Kyung Hee University) untuk penelitian dan budidaya Ginseng.(tok/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Surabaya
Minggu, 24 Januari 2021
23o
Kurs