Senin, 27 September 2021

Musrenbang Daring Pemprov Jatim Bahas Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2021 di Grahadi Surabaya, Senin (27/4/2020). Foto: Istimewa

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2021 di Grahadi Surabaya, Senin (27/4/2020).

Musrenbang secara daring (online) yang dihadiri Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya dan Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi itu juga membahas pemulihan ekonomi pasca-Pandemi Covid-19.

Salah satu yang dibahas berkaitan pemulihan ekonomi pascapandemi adalah pemberian bantuan sosial ekonomi untuk 9,7 juta pelaku UMKM yang harus segera bangkit begitu Pandemi Covid-19 dinyatakan tuntas.

“Ini harus dilakukan penyiapan yang lebih sistemik. Kami sudah meminta Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim untuk melakukan pelapisan terhadap UMKM,” kata Khofifah.

Anik Maslachah Wakil Ketua DPRD Jatim yang juga hadir dalam Musrenbang itu mengatakan, ada beberapa pokok pikiran yang jadi usulan DPRD Jatim. Pertama soal ketahanan pangan.

Menurutnya, Pemprov Jatim seharusnya menjadi baperstok nasional atau pengelola persediaan bantuan bencana alam. Tetapi di lapangan harga gula masih Rp18.500 per kilogram dari HET Rp12.500 per kilogram.

“Maka menurut saya, Pemprov Jatim harus meningkatkan ketahanan pangan di Jawa Timur,” katanya.

Kemudian soal penataan kembali strategi pembangunan di kawasan industri. Terutama Industri pariwisata dan pertanian terpadu. Kawasan industri, menurutnya perlu dikembangkan karena industri hanya berkutat pada Sidoarjo, Surabaya, Gresik dan Kediri.

“Ini berakibat ada kesenjangan antar wilayah,” kata politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Lalu berkaitan dukungan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini 85 persennya berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Pajak Nomor Kendaraan Bermotor (BPNKB). Anik bilang, akan ada masanya pembelian kendaraan berkurang.

“Bisa jadi karena overload, kendaraan akan diberlakukan moda transportasi umum. Jadi, perlu kiranya Pemprov Jatim memaksimalkan potensi wisata di Jatim sebagai solusi suporting PAD,” katanya.

Dia memperkirakan, sektor pariwisata akan menjadi primadona setelah masa Pandemi Covid-19 ini berakhir. Masyarakat Jatim juga masyarakat dari daerah lain di Jatim dia perkirakan akan menyerbu destinasi wisata setelah jenuh mengisolasi diri di rumah.

“Karena selama pandemi, kan, lebih banyak di rumah. Salah satu tujuan utama masyarakat setelah pandemi ini tentu saja berwisata. Dan pengelolaan tempat wisata ini bisa juga mengembalikan PAD yang hilang,” katanya.(den/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Senin, 27 September 2021
34o
Kurs