Sabtu, 26 September 2020

New Normal, Orang Tua Jangan Pasrah Pada Sekolah

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Seornag guru sedang mencoba menemui dan berdiskusi bersama para siswa-siswinya lewat daring. Foto: Totok suarasurabaya.net

Memasuki transisi menuju new normal, pendidikan mewajibkan hal baru bagi semua elemen di dalamnya. Mulai dari sekolah, siswa hingga orang tua punya peran penting. Orang tua jangan pasrah pada sekolah.

Sesuai himbauan pemerintah, terkait pendidikan di era new normal memang dibutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai hal baru. Tidak hanya sekolah, para siswa dan orang tua juga dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan baru di era new normal.

“Kalau dulu orang tua bisa sepenuhnya memasrahkan pendidikan putera-puterinya kepada guru atau kepada pihak sekolah, di masa new normal nanti tidak bisa seperti itu. Siswa, sekolah maupun orang tua siswa, masing-masing punya peran penting yang harus dijalankan agar proses pendidikan berjalan dengan baik,” terang Isa Anshori pemerhati pendidikan, Selasa (16/6/2020).

Bahkan, lanjut Isa, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mendefinisikan kembali makna pendidikan sekaligus bagaimana menjalankan prosesnya. Karena bisa dipastikan, pendidikan di masa new normal akan jauh berbeda dengan yang sudah dijalani hari-hari ini.

“Bagaimana tidak, pendidikan di era new normal nanti pasti akan mengalami banyak perubahan. Mungkin ini memang waktu yang pas mendefinisikan kembali makna pendidikan, juga bagaimana menjalankannya. Karena akan ada hal-hal baru atau proses baru di dunia pendidikan kita,” ujar Isa.

Isa mencontohkan, proses pembelajaran dari rumah sebagai pengganti tatap muka di kelas mungkin sesuatu yang baru bagi siswa dan guru serta orangtua. Proses pembelajaran tanpa tatap muka dan digantikan dengan layar-layar laptop atau gadget itu menjadi hal baru yang harus diadaptasi.

“Pasti nanti akan ada ujian secara daring. Atau praktek ujian olah raga secara daring. Kalau itu dijalankan, maka tentunya akan ada hal-hal baru menyangkut penilaian. Belum lagi misalnya ada siswa yang bertanya tentang materi pelajaran, tentunya guru juga wajib memberikan jawaban yang dapat dipahami meskipun tidak bertatap muka secara langsung,” tambah Isa.

Pada kondisi pandemi seperti saat ini, dilanjutkan dengan mulai dijalankannya era new normal, Isa menegaskan bahwa dominasi sekolah yang sebelumnya tidak tergoyahkan, lantaran orang tua lebih banyak memasrahkan pendidikan putera-puterinya pada sekolah bisa jadi akan berubah total.

“Rasanya di masa new normal nanti, sekolah tidak lagi bisa mendominasi kebutuhan pendidikan bagi siswa. Sekolah harus rela berbagi peran dengan orang tua terkait pendidikan bagi siswa untuk menentukan apa yang terbaik bagi siswa dan bagaimana menjalankannya. Ini penting dipahami,” tegas Isa.

Satu diantara pilihan terbaiknya, kata Isa adalah dengan saling berbagi peran sekaligus saling menguatkan peran antara sekolah dan rumah. Antara sekolah dengan orang tua siswa di rumah harus terus berbagi peran, demi pendidikan putera-puteri dan siswanya.

“Orang tua jangan lagi pasrah pada sekolah. Mempercayakan sepenuhnya pendidikan anak ke sekolah, juga sebaiknya tidak dilakukan. Orang tua tidak boleh lagi pasrah kepada guru atau sekolah. Guru juga tidak boleh merasa lebih tahu, karena di antara mereka, sekolah dan orang tua di rumah saling membutuhkan.

Kombinasi sekolah dan rumah menjadi sebuah keniscayaan di new normal ini,” pungkas Isa Anshori, Selasa (16/6/2020).(tok/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Sabtu, 26 September 2020
34o
Kurs