Jumat, 4 Desember 2020

Pembukaan Tempat Ibadah dan Sekolah di Masa Normal Cara Baru Harus Melalui Tahapan Ketat

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden memberikan keterangan usai meninjau perkembangan renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2020). Fito: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden, pagi hari ini, Selasa (2/6/2020), meninjau Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, yang masih dalam tahap renovasi.

Selain memeriksa perkembangan perbaikan, kunjungan itu juga untuk melihat persiapan penerapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (normal cara baru).

Sesudah melihat sejumlah area, Presiden mengatakan perbaikan masjid terbesar di Indonesia itu sudah sekitar 90 persen.

Kalau tidak ada halangan, renovasi besar itu rampung awal Juli 2020, dan bisa kembali dibuka untuk masyarakat umum.

Tapi, Jokowi menegaskan, pembukaan untuk umum nantinya diputuskan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal.

Presiden berpesan kepada Pengurus Masjid Istiqlal untuk selalu menerapkan protokol kesehatan ketat, supaya semua yang salat aman dari Covid-19.

Lebih lanjut, Jokowi Presiden mengakui pemerintah belum bisa mengendalikan penyebaran Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia. Tingkat kerawanan infeksi di tiap daerah juga berbeda-beda.

Maka dari itu, pembukaan tempat ibadah, sekolah dan berbagai aktivitas ekonomi harus melalui tahapan ketat, dengan memperhatikan tingkat penularan awal (R0) dan angka reproduksi (Rt).

“Karena kita tau penyebaran Covid-19 sampai saat ini di Tanah Air memang belum semua provinsi dan wilayah bisa dikendalikan. Oleh sebab itu, pembukaan tempat ibadah, aktivitas ekonomi, sekolah, semuanya melalui tahapan-tahapan yang ketat dengan melihat angka-angka kurva dari R0 dan Rt-nya. Semuanya memakai data-data keilmuan yang ketat sehingga kita harapkan akan berjalan dari tahapan ke tahapan, dari sektor ke sektor, dari provinsi ke provinsi sesuai dengan angka-angka yang tadi saya sampaikan,” ujarnya.

Sekadar informasi, pemerintah akan menerapkan tatanan normal baru di tengah ketidakpastian berakhirnya pandemi Covid-19, supaya masyarakat bisa kembali produktif dan aman.

Tahap awal, ada empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang akan menerapkan normal cara baru.

Salah satu strategi untuk menjamin efektivitas kebijakan itu, pemerintah menyiagakan personel TNI/Polri di tempat umum atau keramaian, supaya masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak fisik, dan menghindari kerumunan.(rid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah, 12 PMK Di lokasi

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Surabaya
Jumat, 4 Desember 2020
27o
Kurs