Jumat, 3 Desember 2021

Pemkot Siapkan 200 Bed di RS Husada Utama untuk Pasien Rapid Test Massal

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Tr Rismaharini Walikota Surabaya. Foto: Istimewa

Pemkot Surabaya sedang menyiapkan 200-an bed tambahan di RS Husada Utama mengantisipasi penambahan pasien pasca dilaksanakannya rapid tes massal beberapa waktu belakang.

Tr Rismaharini Walikota Surabaya mengatakan, saat ini RS Husada Utama sedang merombak ruang pertemuannya sebagai tempat perawatan.

“Kurang lebih bisa tampung 200 orang. Kita sudah kerjasama, beberapa minggu lalu, kita maksimalkan dulu Husada Utama,” ujar Risma pada Rabu (13/5/2020).

Selain di RS Husada Utama, pemkot juga siap 40 bed tambahan di RS Siloam. Selain itu, mereka juga tengah menyiapkan ruangan di Asrama Haji Surabaya sebagai cadangan.

“Kalau sudah tidak nampung, kita akan ke Asrama Haji. Karena di Asrama Haji itu butuh tenaga medis. Bukan hanya perawat, tapi juga dokter,” jelasnya.

Risma mengaku, sudah melakukan sekitar 7000an rapid test pada warganya. Ia menambahkan, dalam pemilihan lokasi rapid test, mereka tidak asal pilih.

“Kita tidak ngawur itu. Setelah kita lihat data. Oke disitu banyak (kasus), kita lakukan itu. Kita lihat datanya. Kalau datanya tidak banyak, ya tidak. Tapi di beberapa kawasan, kita coba. Itu di Wonokusumo itu nggak gedhe. Itu semua negatif. Kita coba ambil sampel di beberapa tempat di terutama yang kasusnya gedhe,” katanya.

Ia mengatakan, rapid test massal digelar, agar Pemkot Surabaya tahu kondisi Surabaya terkait Covid-19 ini. Nantinya warga yang reaktif dari hasil rapid akan mengikuti swab test untuk memastikan hasil.

“Memang tidak mesti positif, beberapa case negatif mereka. Tapi tetap kita isolasi 14 hari,” tegasnya. (bas/tin/bid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
26o
Kurs