Jumat, 30 Oktober 2020

Pemkot Surabaya Akan Gencarkan Tes Usap Karyawan Barber Shop dan Salon

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya di Rumah Dinasnya, Jalan Sedap Malam, Minggu (27/9/2020). Foto: Humas Pemkot Surabaya

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya bersama jajarannya terus berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pahlawan. Pemkot Surabaya mengklaim pasien Covid-19 mulai landai tapi upaya pencegahan terus dilakukan.

Jajaran Pemkot Surabaya semakin gencar mendatangi tempat-tempat keramaian untuk melakukan tes usap (swab) dan rapid tes masif di tempat usaha seperti cukur rambut, barbershop, salon maupun klinik kecantikan.

Risma bilang, untuk profesi atau pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan konsumen dia upayakan untuk di tes usap. Termasuk tukang pijat pun, kata dia, juga perlu dites usap karena mereka kontak langsung dengan konsumen.

“Jadi tahapannya kita data dulu jumlah di masing-masing kecamatan. Setelah itu, kita koordinir, baru ditentukan lokasinya di mana,” kata Risma di Rumah Dinasnya, Jalan Sedap Malam, Minggu (27/9/2020).

Dia jelaskan, kenapa para pekerja di tempat usaha yang disebut di atas langsung dites usap tidak perlu rapid lebih dahulu. Karena jumlah para pekerja atau pegawai di Surabaya tidak terlalu banyak di setiap kecamatan.

“Karena jumlah tiap kecamatan itu ada sekitar 30-60 pelaku usaha. Jadi tidak terlalu banyak, makanya kami langsung lakukan swab. Jumlahnya tidak termasuk yang di Surabaya Tengah karena banyak mal,” ungkap dia.

Irvan Widyanto Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya bilang, program ini sudah mulai dilakukan beberapa hari lalu. Salah satu yang sudah berjalan di Parkir Mobil Tunjungan Plaza.

Kurang lebih ada 130 orang yang mengikuti tes usap massal di lokasi tersebut. “Mereka karyawan barbershop, salon, dan klinik kecantikan di dalam Mal Tunjungan Plaza. Ini akan terus dilakukan di tempat lain,” katanya.

Target awal di mal itu, kata Irvan, sebenarnya hanya 125 orang. Ternyata, antusias warga menurutnya sangat baik sehingga akhirnya jumlah pegawai yang ikut melebihi kapasitas yakni total 130 orang.

“Alhamdulillah tidak ada kendala semua berjalan lancar. Untuk hasilnya diberikan sekitar 3-6 hari (setelah tes usap). Mereka akan dihubungi lewat nomor telepon masing-masing yang sudah mereka tulis saat tes,” ujarnya.

Kepala BPB Linmas Kota Surabaya itu lebih lanjut menjelaskan, kalau ada pegawai yang dinyatakan positif dari hasil usap itu, khusus untuk warga domisili dan ber-KTP di Surabaya akan dikarantina di Hotel Asrama Haji.

“Nanti akan dikoordinasi oleh masing-masing-masing puskesmas. Untuk warga non Surabaya tempat karantinanya di RS Lapangan,” katanya.(den/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Jumat, 30 Oktober 2020
28o
Kurs