Jumat, 27 November 2020

Polisi Amankan 150 Orang Berpakaian Hitam Membawa Sajam dan Molotov

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Jajaran Polrestabes Surabaya mengamankan 150 orang berpakaian hitam yang membawa sejumlah benda membahayakan. Foto: Denza suarasurabaya.net

Jajaran Polrestabes Surabaya mengamankan sekitar 150 orang berpakaian hitam, yang membawa sejumlah benda membahayakan.

Setelah diperiksa, beberapa di antaranya ada yang membawa senjata tajam, batu, dan botol-botol molotov.

Polisi mengamankan mereka ke Mapolrestabes Surabaya dari sekitar kawasan Kantor DPRD Jatim Jalan Indrapura.

AKBP Hartoyo Wakapolrestabes Surabaya mengatakan, mereka datang dari berbagai daerah di Surabaya. Massa yang tidak berafiliasi dengan serikat pekerja atau mahasiswa ini dimobilisasi melalui medsos.

Polisi juga sudah mengamankan sejumlah telepon selular yang terkoneksi dengan akun medsos tertentu sebagai bukti ada yang memobilisasi massa ini.

Sementara itu dari pantauan suarasurabaya.net di Kantor DPRD Jatim, massa pengunjuk rasa masih tergolong sepi. Baru ada satu truk komando dari Serikat Pekerjaan Kahutindo Gresik yang sudah siap di depan Gedung DPRD.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebagian massa yang berangkat dari berbagai titik, saat ini terpusat di Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo.

Sekadar diketahui, ribuan massa Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) Jatim bakal menggelar aksi unjuk rasa mendesak pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). Mereka bakal menggaungkan Mosi Tidak Percaya dimulai dari Bundaran Waru.

Habibus Shalihin Ketua Bidang Buruh dan Miskin Kota Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Surabaya mengatakan, perkiraan ada 3000 massa aksi terdiri dari gabungan 50 organisasi baik dari organisasi buruh, tani, mahasiswa, dan kaum miskin kota.

Sasaran utama aksi adalah di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo. Sementara titik kumpul ribuan massa akan dimulai dari Bundaran Waru sekitar pukul 10.00 WIB. Tuntutan utamanya desakan kepada pemerintah dan DPR agar membatalkan Omnibus Law Cipta Kerja.

Massa aksi juga menggelorakan Mosi Tidak Percaya kepada Pemerintah dan DPR yang mereka nilai telah mengkhianati rakyat. (den/ang)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Truk Trailer Mogok di Flyover Trosobo

Proses Pencarian Korban Tenggelam di Taman Sidoarjo

Surabaya
Jumat, 27 November 2020
33o
Kurs