Sabtu, 21 Mei 2022

PSBB Surabaya Masih Dipadati Pengendara

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Foto udara kondisi Check Point Bundaran Waru di perbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo pada hari pertama PSBB, Selasa (28/4/2020). Foto : Purnama suarasurabaya.net

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari pertama tidak menyurutkan jumlah pengendara yang melintas di Check Point Bundaran Waru menuju Surabaya, Selasa (28/4/2020).

Menurut data analisa dari Surabaya Intelligent Transportation System (SITS) Dishub Kota Surabaya belum ada penurunan signifikan jumlah pengendara yang melintas di Bundaran Waru menuju Surabaya. Dari jumlah 580 ribu perhari penurunan selama sepekan ini masih di angka 8,12 persen.

“Selama perkantoran dan usaha lain tidak ditutup atau dibatasi, sulit terkurangi. Karena mereka masih masuk kerja ke Surabaya,” ujar Irvan Wahyudrajat Kepala Dishub Surabaya kepada suarasurabaya.net di Bundaran Waru.

Sebelumnya, sejak pukul 06.00 WIB pemeriksaan dimulai, ribuan kendaraan roda dua mengantre pemeriksaan di check point Bundaran Waru ini. Mereka harus melewati screnning petugas, di antaranya harus bermasker, tidak boleh berboncengan, plat nomor selain L dan W harus menunjukkan dokumen keterangan kerja dan identitas.

Energi petugas cukup terkuras, karena selama berjam-jam harus memeriksa pengendara roda dua yang beberapa diantaranya belum patuh aturan PSBB.

Sejauh pengamatan suarasurabaya.net, memang lebih banyak pengendara yang telah mematuhi aturan PSBB. Mayoritas pengendara roda dua sudah tidak berboncengan dan sudah mengenakan masker. Beberapa saja terpaksa harus diminta kembali karena tidak sesuai protokol masuk Surabaya.

Namun, jumlah orang yang masuk ke Suurabaya ini memang masih cukup banyak. Karena beberapa perusahaan tidak meliburkan karyawannya.

Mmang sebagian perusahaan, hotel, dan mall tidak tutup. Hal itu juga menyangkut item aturan dalam Pembatasan Aktivitas Malam Hari yang masih membolehlan kantor, hotel, kafe, restoran dan semacamnya buka sampai pukul 21.00 WIB.

Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim usai meninjau jalannya PSBB hari pertama di tiga wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum faham kalau hari ini diberlakukan PSBB.

“Kami melihat masih banyak masyarakat belum tahu kalau diterapkan PSBB. Kami akan berikan sosialisasi terus menerus,” katanya.

Menurut Kapolda, mungkin petugas akan memberikan toleransi sampai hari ketiga. Setelah itu, akan dilakukan tindakan lebih tegas.

“Imbauan dan teguran dalam tiga hari ini terus kami perkuat. Di hari ke empat kita akan melakukan tahapan lebih tegas lagi,” katanya.(bid/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 21 Mei 2022
28o
Kurs